
Bantul upayakan "Gertak Birahi" libatkan 35.000 sapi

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengupayakan program peningkatan populasi sapi melalui `gertak birahi` untuk 35.000 ekor sapi setiap tahun yang dimulai pada 2016.
"Populasi sapi di Bantul saat ini 53 ribu ekor, kalau 40 ribu ekor di antaranya betina, paling tidak ada 35 ribu ekor yang bisa dijangkau program itu," kata Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Partogi Dame Pakpahan di Bantul, Kamis.
Menurut dia, gertak birahi merupakan program untuk meningkatkan birahi sapi betina dalam waktu yang bersamaan sehingga akan memudahkan dalam proses perkawinan yang dilakukan dengan teknik inseminasi buatan (IB).
Ia mengatakan, program peningkatan populasi sapi dari Kementerian Pertanian ini sudah diluncurkan di Bantul sejak pertengahan 2014 dan berlanjut pada 2015 meski jumlah sapi yang dijangkau program belum banyak.
"Program ini kami harapkan bisa berjalan dalam lima tahun ke depan, di tahun awal program ini baru menyasar di tiga kecamatan yang merupakan proyek percontohan," kata Partogi.
Menurut dia, upaya agar program gertak birahi bisa menjangkau sekitar 35 ribu sapi betina di 2016, maka harapannya dalam tiga tahun mendatang populasi sapi di Bantul meningkatkan hingga mencapai sekitar seratus ribu ekor.
"Katakanlah kalau setiap tahun 35 ribu sapi betina bunting, berarti dalam tempo tiga tahun bisa mencapai seratus ribu ekor, sehingga kami optimistis di 2019 nanti populasi sapi di Bantul mencapai seratus ribu ekor," katanya.
Ia mengatakan, untuk mendukung program peningkatkan populasi sapi tersebut, pihaknya juga akan mengoptimalkan sumber daya manusia (SDM) petugas yang ada di tiap pusat kesehatan hewan (puskeswan) beberapa kecamatan.
"Kami akui saat ini Bantul masih kekurangan dokter hewan bestatus pegawai negeri sipil (PNS), sehingga untuk solusi sementara kami angkat tenaga harian lepas (THL), mereka bisa kami maksimalkan," kata dia.
(KR-HRI)
Pewarta : Oleh Heri Sidik
Editor:
Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026
