Logo Header Antaranews Jogja

Peternak sapi Bantul pertanyakan program inseminasi buatan

Kamis, 5 November 2015 18:07 WIB
Image Print
Ilustrasi peternak sapi (Foto antaranews.com)

Bantul, (Antara Jogja) - Peternak sapi wilayah Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mempertanyakan program peningkatan populasi sapi melalui Inseminasi Buatan berupa kawin suntik yang dicanangkan pemerintah daerah setempat.

"Saya sudah beberapa kali mengikuti program kawin suntik tersebut, namun gagal, sapi belum berhasil (bunting). Sebenarnya program itu bagaimana?" kata peternak sapi pedukuhan Trukan, Desa Sriharjo Imogiri, Bonadi, di Bantul, Kamis.

Menurut dia, padahal dalam setiap kali suntik peternak dibebani biaya sebesar Rp50 ribu yang diberikan kepada petugas kawin suntik tingkat kecamatan, namun sejumlah sapi yang diikutkan program tersebut belum menunjukkan kehamilan.

Ia yang memiliki tiga ekor sapi mengaku sudah lima kali mengikuti program kawin suntik di Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul tersebut, dengan jeda waktu sekitar 30 hari sekali suntik, namun hanya satu sapi yang mengandung.

"Yang satu pernah berhasil, namun dua sapi lainnya sudah disuntik dua kali tetap belum berhasil," kata pria berusia 49 tahun yang juga menggarap lahan pertanian padi ini.

Sementara itu, peternak sapi Desa Sriharjo lainnya Tugimin mengatakan mayoritas kelompok peternak sapi di wilayahnya pernah mengikuti program kawin suntik namun rata-rata belum berhasil meskipun sudah disuntik lebih dari sekali.

"Ada yang sudah tiga kali suntik tapi tidak jadi, mayoritas semua anggota sudah (kawin suntik), namun rata-rata gagal, tidak cuma satu kali saja, bahkan sampai dua kali," katanya.

Menurut dia, di kelompok peternak sapi Desa Sriharjo terdapat 34 kandang sapi dengan anggota 24 orang, dan menurutnya sebagian peternak sapi ada yang langsung berhasil usai kawin suntik, namun ada juga yang harus beberapa kali suntik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Bantul, Partogi Dame Pakpahan sebelumnya mengatakan, program IB sapi pada 2015 ini baru menyasar di tiga kecamatan yang menjadi sentra ternak sapi yakni Kecamatan Imogiri, Sedayu dan Pundong.

"Program IB sapi itu ada yang bayar ada yang tidak, gratis bagi peternak yang dari gakin (keluarga miskin) dan membayar bagi yang bukan dari gakin. Kalau membayar berkisar antara Rp40 ribu sampai Rp50 ribu ke petugas puskeswan," katanya.

Partogi mengatakan, melalui program peningkatan populasi sapi tersebut, pihaknya menargetkan populasi sapi di Bantul pada 2019 meningkat hingga mencapai sekitar seratus ribu ekor dari saat ini yang sekitar 53 ribu sapi.***3***

(KR-HRI)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026