Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sebanyak 778.922 hewan ternak yang terdiri atas sapi, unggas hingga babi terdampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Wakil Menteri Pertanian Sudaryono dalam keterangan di Jakarta, Sabtu, menegaskan negara akan hadir menangani ternak yang terdampak bencana di Sumatera dengan melakukan pendataan menyeluruh sebagai langkah awal penanganan untuk pemulihan berkelanjutan bagi peternak setempat.
Dia menyampaikan Kementerian Pertanian mengidentifikasi seluruh jenis ternak terdampak meliputi sapi, kambing, hingga ayam untuk memastikan kebutuhan bantuan sesuai kondisi lapangan, serta mencegah kerugian lebih besar pada wilayah bencana Sumatera terdampak luas.
"Kita identifikasi semua, ternak ayam, sapi, kambing, kita identifikasi. Ya, kita kan dari sisi peternakan, kita juga ada program yang nanti kita bantu setelah pemulihan, namanya pemulihan pascabencana gitu," kata Sudaryono.
Ia menyampaikan pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan, sementara penyaluran bantuan akan dilakukan setelah tahap penanganan kedaruratan selesai dilaksanakan secara menyeluruh.
Adapun berdasarkan data Kementan per 31 Desember 2025, yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Sabtu, kementerian itu mencatat 778.922 hewan ternak yang terdampak itu meliputi ternak sapi dan kerbau sebanyak 38.393 ekor dengan sebaran terbesar berada di Aceh mencapai 36.337 ekor, disusul Sumatera Utara 1.641 ekor dan Sumatera Barat 415 ekor.
Untuk ternak kambing dan domba, total terdampak mencapai 113.325 ekor, didominasi Aceh sebanyak 110.159 ekor, Sumatera Utara 3.017 ekor, serta Sumatera Barat 149 ekor.
Kategori ternak unggas menjadi yang paling terdampak dengan total 622.154 ekor, terdiri atas 454.543 ekor di Aceh, 116.885 ekor di Sumatera Utara, dan 50.726 ekor di Sumatera Barat.
Selain itu, Kementan juga mencatat ternak babi terdampak sebanyak 5.050 ekor yang seluruhnya berada di wilayah Sumatera Utara, sementara Aceh dan Sumatera Barat tidak melaporkan kasus serupa.
Data tersebut merupakan hasil pendataan sementara yang terus diperbarui seiring proses penanganan kedaruratan dan verifikasi lapangan oleh petugas teknis di daerah terdampak.
Kementerian Pertanian menegaskan data ini menjadi dasar penyaluran bantuan, program pemulihan pascabencana, serta langkah strategis untuk memulihkan sektor peternakan dan menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.
Meski begitu, Kementerian Pertanian belum merinci apakah ternak tersebut mati, hilang, atau selamat, karena pendataan masih berlangsung dan difokuskan mendukung penanganan darurat serta perencanaan pemulihan pascabencana.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 778.922 ternak sapi, unggas dan babi terdampak bencana Sumatera
