Logo Header Antaranews Jogja

STN : Sleman butuh pemimpin yang propertanian

Selasa, 17 November 2015 20:01 WIB
Image Print
Pertanian (Foto Antara/Wahyu Putro)

Sleman, (Antara Jogja) - Serikat Tani Nasional Yogyakarta menyatakan Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang akan menggelar pilkada serentak membutuhkan sosok pemimpin yang propertanian.

"Kabupaten Sleman butuh pemimpin yang bisa memberi perhatian khusus pada sektor pertanian," kata anggota Serikat Tani Nasional (STN) Yogyakarta Ardy Shihab pada diskusi ilmiah tentang masa depan pertanian di Kabupaten Sleman yang digelar BEM Instiper Yogyakarta, Selasa.

Menurut dia, permasalahan pokok pertanian di Indonesia khususnya di Sleman ada tiga hal yaitu, modal, tanah, dan teknologi.

"Berkaitan dengan problem tanah yang menjadi permasalahan adalah alih fungsi lahan pertanian menjadi hotel, mall, apartemen dan lainnya, yang kadang menyalahi izin, ini harus ada solusinya," katanya.

Pada forum diskusi dengan tema "Terwujudnya Kesadaran Generasi Muda dan Mahasiswa terhadap Pertanian" tersebut hadir pula Rektor Instiper Dr Ir Purwadi, mahasiswa jurusan pertanian dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta dan perwakilan dari masing-masing tim pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sleman.

Ardy mengatakan keberadaan kaum muda sangat strategis dan harus bergerak terjun langsung mempertahankan Sleman sebagai lumbung pangan di DIY.

"Solusi yang diperlukan Kabupaten Sleman tentu figur pemimpin yang peduli masalah mendasar rakyat Sleman, pemimpin yang membela hak-hak petani," katanya.

Presiden BEM KM Instiper Dana Gumilar mengatakan, sudah saatnya kaum muda untuk ikut dalam perjuangan pemenuhan hak-hak rakyat, penuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

"Ini butuh yang pro terhadap rakyat khususnya dalam pertanian sebagai penyokong utama kebutuhan rakyat," katanya.

Menurut dia, sorotan tajam publik beberapa waktu terakhir adalah desakan alih fungsi lahan yang tiap tahun mengurangi luas lahan pertanian.

"Masuknya investor properti yang datang dengan modal cukup besar, menghasilkan banyak bangunan seperti hotel, toko berjejaring yang membuat alih fungsi lahan meningkat tajam," katanya.

Ia mengatakan, Sleman sangat membutuhkan pemimpin yang berani, sudah waktunya moratorium izin hotel diterapkan, toko berjejaring izinnya ditinjau lagi.

"Pejabat Bupati Sleman sudah memperingatkan soal izin toko berjejaring, kita tunggu realisasinya. Kebijakan propertanian dari pemimpin Sleman sangat penting, guna mewujudkan pertanian yang berpihak kepada rakyat dan menjadikan Sleman lebih berdaya," katanya.

Sementara itu Rektor Instiper Dr Ir Purwadi MSi mengatakan terkait dengan keinginan membentuk pelopor dalam pertanian di kalangan kaum muda, lembaga yang dipimpinnya siap bekerja sama dengan pemerintah Sleman guna mendidik pemuda-pemuda agar menjadi pelopor dalam bidang pertanian.

"Keberadaan Sleman di bawah lereng Merapi banyak bergantung sektor pertanian, tapi kondisinya terdesak oleh laju alih fungsi lahan yang masif terjadi. Kami siap bekerja sama mendidik mahasiswa dan pemuda jadi pelopor pertanian. Banyak peluang usaha pertanian yang bisa digeluti kaum muda, agar menjadi petani tangguh," kata Purwadi.***2***

(V001)




Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026