
Menteri Anies dorong implementasi pendidikan berbasis lingkungan

Yogyakarta, (Antara Jogja) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mendorong sekolah mampu mengimplementasikan pendidikan berbasis lingkungan guna mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu melaksanakan prinsip pembangunan berkelanjutan di tengah gejala krisis lingkungan.
"Bumi saat ini sudah melewati kondisi ekstrem jadi kita menyadari pentingnya pendidikan berbasis lingkungan di sekolah," kata Menteri Anies dalam "National Academic Meeting" bertajuk "Pendidikan Hijau: Peluang dan Tantangan" di Universitas Janabadra Yogyakarta, Kamis.
Pendidikan berbasis lingkungan, menurut Anies, merupakan aspek mendasar yang perlu dipahami pelajar saat ini. Selain menekankan kepedulian lingkungan, juga mengajarkan prinsip keadilan sesama manusia dan mahluk hidup lainnya.
Menurut Anies pendidikan berbasis lingkungan juga berperan penting mencegah terjadinya konflik horizontal yang kerap dipicu oleh persoalan pengelolaan sumber daya alam (SDA) yang tidak tepat.
Banyak negara-negara maju maupun berkembang seperti di Afrika yang tersulut konflik karena persoalan pemanfaatan SDA. "Bahkan ada kajian yang menyatakan konflik di Syiria juga disebabkan pengaruh kekeringan dan kegagalan panen akibat perubahan iklim," kata dia.
Oleh sebab itu, Anies mengatakan dengan memperoleh pendidikan berbasis lingkungan siswa akan diajarkan bagaimana menggunakan SDA dengan serta mengelola residu dengan baik
"Sehingga bisa hidup di bumi secara bersahabat dan kita bisa mewariskan bumi bagi anak cucu kita," kata dia.
Penerapan pendidikan berbasis lingkungan, menurut dia, lebih efektif jika diterapkan dalam jalur pendidikan nonkurikuler, dibandingkan melalui jalur intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Sebab pendidikan berbasis lingkungan bukan hanya mengajarkan konsep perubahan iklim, melainkan lebih mengedepankan upaya pembiasaan dalam merawat dan mengelola lingkungan. Sementara model itu lebih terakomodasi melalui jalur pendidikan nonkurikuler.
"Makanya sekarang kita harus berani memberikan porsi lebih pada jalur nonkurikuler," kata dia.
Meski demikian, ia mengatakan, pendidikan berbasis lingkungan mampu terealisasi apabila sekolah memiliki tenaga pengajar yang luwes dalam menerjemahkan kurikulum dengan menyesuaikan daerah tempat mengajar. "Guru juga tidak boleh kaku karena pendidikan ini membutuhkan proses pembiasaan," kata Anies.***4***
(L007)
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
