Logo Header Antaranews Jogja

Pemda DIY akan karantinakan warga eks Gafatar

Jumat, 22 Januari 2016 20:30 WIB
Image Print
DIY (Foto Istimewa)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta akan mengarantinakan eks anggota Gerakan Fajar Nusantara asal Yogyakarta sebelum mereka kembali ke keluarga masing-masing.

"Sesuai dengan instruksi Bapak Gubernur, mereka akan dikarantina terlebih dahulu di Youth Center, Mlati, Sleman," kata Sekretaris Daerah DIY Ichsanuri di Gedung DPRD DIY, Jumat.

Ichsanuri mengatakan bahwa kebijakan tersebut sebagai upaya mengambalikan kondisi psikis warga bekas anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar).

Ia memperkirakan warga asal Yogyakarta akan tiba di Semarang pada hari Minggu (24/1). Pemda DIY, kata dia, telah mengirimkan delegasi ke Semarang untuk mempersiapkan penjemputan warga tersebut.

Menurut dia pembiayaan pemulangan warga tersebut akan menggunakan dana kebencanaan dari Dinas Sosial DIY.

Berdasarkan informasi sementara, kata Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemda DIY Sulistyo, terdapat 375 orang eks Gafatar yang akan dipulangkan dari Kalimantan Barat menuju Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menggunakan KRI Teluk Gilimanuk. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 orang teridentifkasi berasal dari DIY.

Menurut Sulistyo, setelah tiba di Semarang, warga eks Gafatar tidak langsung dipulangkan ke DIY, tetapi mereka akan ditampung terlebih dahulu di Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

"Mereka akan istirahat terlebih dahulu, baru dibawa ke DIY," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Provinsi DIY Arif Noor Hartanto mengatakan bahwa pihaknya akan menggandeng para sukarelawan dari perguruan tinggi untuk membantu pemulihan kondisi psikis para warga bekas anggota Gafatar tersebut.

"Perguruan tinggi akan kami libatkan untuk melakukan `trauma healing` terhadap warga bekas anggota Gafatar," katanya.

Arif juga berharap agar dalam penanganan warga Yogyakarta bekas anggota Gafatar itu mengedepankan prinsip kemanusiaan.

"Tidak boleh pendekatannya nanti menimbulkan stigma baru bagi korban perekrutan Gafatar," kata dia.

(L007)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026