Polsek Wates amankan daging babi di Bendungan

id daging babi

Polsek Wates amankan daging babi di Bendungan

ilustrasi. (Foto ANTARA/Mamiek)

Kulon Progo (Antara Jogja) - Kepolisian Sektor Wates Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan belasan kilogram daging sapi yang diduga keras dicampur daging babi di kios Pasar Bendungan, Kamis.

Kanit Reskrim Polsek Wates AKP Munarso di Kulon Progo, Kamis, mengatakan pengungkapan kasus itu berawal dari laporan masyarakat dan petugas langsung melalukan penyelidikan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan, penjual S di Pasar Bendungan diduga kuat mencampur daging babi dan daging sapi. Atas tindakannya, petugas membaws S ke Polsek Wates untuk dimintai keterangan," kata Munarso usai melakukan penyegelan tempat penggilingan daging di Pasar Bendungan.

Ia mengatakan di lapangan petugas menemukan 16 kilogram yang diduga kuat daging babi.

Kemudian pihaknya mengirim sampel daging ke Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates untuk dilakukan kajian lebih lanjut.

"Kami sudah mengirim sampel ke BBVet Wates untuk uji laboratorium," katanya.

Selama ini, kata Munarso, anggota Unit Reskrim Polsek Wates melakukan pengawasan peredaran daging babi di sejumlah pasar di Kota Wates.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan dikuatkan masyarakat, pihaknya berhasil mengamankan daging yang diduga kuat daging babi.

Menurut dia, daging babi dipasok dari luar Kabupaten Kulon Progo namun ia enggan merinci lebih jauh pemasok daging babi tersebut.

"Pengawasan ini berkaitan dengan perdagangan babi hutan yang masuk Pulau Jawa sejak empat bulan terakhir. Sesuai kewenangan, kami melakukan pengawasan di seluruh pasar yang ada di Wates. Penyelidikan dikuatkan dengan laporan dari masyarakat," katanya.

Polisi masih mempelajari lebih lanjut kasus tersebut untuk menentukan secara tepat aturan yang dilanggar antara lain Undang-Undang Pangan atau Undang-Undang Perlindungan Konsumen, serta pasal-pasal lainnya.

"Kami belum menentukan pasal yang disangkakan. Kami masih meminta keterangan dari penjualnya," kata Munarso. 
KR-STR
Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar