Gunung Kidul tindak lanjuti temuan daging babi

id daging babi

Gunung Kidul tindak lanjuti temuan daging babi

Petugas pengawasan gabungan makanan dan obat Kabupaten Kulon Progo, DIY, menyita 500 gram daging babi. (Foto ANTARA/Mamiek)

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Dinas Peternakan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan berkoordinasi dengan Balai Pengembangan Bibit Pakan Ternak dan Diagnostik Kehewananan sebagai tindak lanjut atas temuan penjual daging sapi bercampur daging babi.

Kepala Dinas Peternakan Gunung Kidul Krisna Berlian di Gunung Kidul, Senin, mengatakan sudah mendengar ada pengambilan sampel oleh BPBPTDK dan menemukan campuran daging sapi dan babi di Gunung Kidul pada akhir 2015.

"Kami akan menindaklanjuti dengan berkoordinasi di mana saja lokasinya agar masyarakat Gunung Kidul aman dan tidak resah membeli daging sapi," kata Krisna.

Ia mengatakan pihaknya sudah melakukan antisipasi agar pengepul daging tidak melakukan tindakan melakukan pencampuran daging babi. Antisipasi melakukan pemantauan peredaran daging di Gunung Kidul. Pihaknya akan mencari pengepul daging di sekitar Gunung Kidul yang berani melakukan campuran daging babi dalam daging sapi.

"Kami akan telusuri dan lakukan pembinaan," katanya.

Krisna mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Namun demikian, pihaknya berharap masyarakat tetap waspada, jangan sampai tergiur dengan harga murah. "Kami harap warga tidak perlu panik," katanya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindakop-ESDM) Gunung Kidul Hidayat mengatakan ?dari hasil koordinasi yang dilakukan, telah ditemukan sebanyak enam penjual daging sapi yang nekat mencampur dengan daging babi.

"Ada enam lokasi penjual daging sapi yang nekat mencampur daging babi," katanya.

Dia mengatakan pihaknya terus mengawasi dan melakukan pembinaan agar tidak terulang penjualan daging sapi bercampur dengan babi. Dari catatannya ada empat orang pedagang yang masih berjualan.

"Empat penjual tersebut masih terus kami awasi dan lakukan pembinaan harian. Kalau masih nekat terpaksa akan kami berikan sanksi," katanya.

Dia berharap penjual fair dalam menjajakan dagingnya, yakni menunjukkan daging itu sapi atau babi. Sehingga masyarakat tidak dirugikan.

"Pembeli menerima informasi daging yang dibeli, apakah daging sapi atau sudah campur dengan daging babi," kata Hidayat.

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.