
BLH Sleman pangkas pohon di Denggung

Sleman (Antara Jogja) - Badan Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pemangkasan ranting-ranting pepohonan di area publik kawasan Lapangan Denggung pascakejadian pohon beringin tumbang beberapa waktu lalu.
"Pemangkasan ranting-ranting dan mahkota pohon ini sesuai rekomendasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)," kata Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sleman Indra Darmawan, Selasa.
Menurut dia, di area publik Lapangan Denggung setidaknya ada 15 pohon yang perlu mendapat perhatian khusus, terutama pada puncak musim hujan ini.
"Pohon-pohon tidak kami tebang, hanya dipangkas mahkota pohonnya untuk mengurangi beban. Ini untuk mengurangi risiko tumbang saat datang hujan atau angin kencang," katanya.
Ia mengatakan, program pemangkasan pohon tidak hanya menjadi wewenang BLH. Sebelumnya perlu ada rekomendasi dari BPBD Kabupaten Sleman, sebab instansi itu yang memiliki kewenangan soal mitigasi bencana.
"Bila ditemukan pohon yang dinilai rawan tumbang, BPBD dapat menyampaikan ke BLH untuk ditindaklanjuti secara bersama," katanya.
Indra mengatakan, biasanya dalam kegiatan pemangkasan pohon, BLH bekerja sama dengan tim relawan mitigasi kebencanaan.
"Sebenarnya pemangkasan pohon sudah kami lakukan sejak beberapa bulan lalu menjelang musim hujan. Tapi memang pohon yang perlu ditangani jumlahnya banyak, sementara peralatan kami hanya terbatas," katanya.
Ia mengatakan, sejak Oktober 2015 hingga kini, timnya telah memangkas sekitar 500 pohon. Sedangkan yang ditebang ada sekitar 80 pohon karena kondisinya sudah rapuh dan berlubang. Pemangkasan pohon termasuk atas permintaan dari masyarakat, khususnya jenis perindang.
"Rata-rata per hari ada 10 pohon yang dapat ditangani oleh tim. Memang jumlah tidak banyak karena sarana yang dimiliki memang terbatas, yakni hanya dua unit dump truk dan satu aerial platform," katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Sleman Julisetiono Dwi Wasito mengatakan, pepohonan yang ada di kawasan Taman Denggung rata-rata rawan tumbang karena mayoritas memiliki dahan lebat, namun akarnya tidak terlalu kuat.
"Kondisi itu membahayakan terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang. Kami juga imbau masyarakat waspada bahaya angin kencang," katanya.
V001
Pewarta : Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
