
DKP Bantul data kolam ikan terdampak banjir

Bantul (Antara Jogja) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendata kolam perikanan budi daya milik kelompok yang terdampak banjir akibat luapan sungai di daerah setempat, setelah diguyur hujan deras pada Sabtu (12/3) malam.
"Kita ada petugas penyuluh lapangan (PPL) perikanan di tiap kecamatan dan sampai saat ini mereka masih mengumpulkan data kolam-kolam yang kena banjir, kita tunggu laporannya," kata Kepala Seksi Kelembagaan Bidang Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Bantul Wahyu Bintarto di Bantul, Selasa.
Pada Sabtu (12/3) malam sejumlah sungai besar di Bantul yang berhulu dari Sleman dan Yogyakarta meluap hingga airnya merendam permukiman warga yang terdapat di wilayah bantaran sungai, terutama di wilayah Desa Tirtonirmolo, Kasihan, akibat luapan Sungai Winongo.
Ia mengatakan hingga Selasa, instansinya belum menerima laporan secara resmi adanya kolam-kolam ikan yang rusak atau ikannya hanyut terbawa aliran sungai yang meluap.
Nnamun demikian, diakui secara lisan ada informasi dari warga mengenai kolam yang terdampak banjir, sehingga hal tersebut perlu dipastikan datanyga.
"Laporan resminya belum ada, baik pesan singkat maupun yang telepon ke dinas, namun hanya omong-omong saja, makanya kita tunggu laporan langsung dari bawah dan dari petugas lapangan, mudah-mudahan bisa segera disampaikan," katanya.
Wahyu mengatakan beberapa kolam perikanan budi daya di Bantul yang berpotensi terkena banjir luapan sungai, di antaranya kelompok pembudidaya perikanan di wilayah Miri Desa Timbulharjo, Sewon dan kelompok budi daya perikanan di Kadisoro Desa Gilangharjo, Pandak.
"Yang laporan secara lisan itu kelompok Mina Agung di Kadisoro sama kelompok Mitra Mina Usaha di Miri, namun kemarin belum saya rinci, karena cuma ngobrol. Untuk PPL perikanan Sewon rencananya baru mau ketemu dengan kelompok untuk data," katanya.
Ketika ditanya mengenai pemberian bantuan terhadap kelompok budi daya perikanan yang mengalami kerugian akibat banjir luapan sungai itu, pihaknya belum dapat memastikan karena masih menunggu koordinasi dengan pimpinan, termasuk dengan pejabat kabupaten.
"Menunggu koordinasi dari Bu Kabid (kepala bidang), namun nanti biasaya dari kabupaten akan memberikan arahan dulu, sehingga untuk masalah stimulan diserahkan ke kabupaten. Kami hanya megikuti kebijakan," katanya.
KR-HRI
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
