
BNN Sleman akan tes narkoba pemain PSS

Sleman (Antara Jogja) - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, berencana melakukan tes urine kepada para calon pemain PSS Sleman.
"Para atlet atau olahragawan, termasuk pemain sepak bola cukup rentan menjadi sasaran peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba," kata Kepala BNN Kabupaten Sleman Kuntadi di Sleman, Rabu.
Menurut dia, penyalahgunaan obat-obatan cukup rentan di kalangan atlet, terutama pesepak bola. Obat-obatan yang dilarang seperti doping kerap kali untuk memacu prestasi.
"Kami inginnya sebelum pemain tanda tangan kontrak dilakukan tes narkoba terlebih dahulu," katanya.
Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah berkoodinasi dengan manajemen PSS perihal tes narkoba kepada para pemain. Sejauh ini, manajemen PSS menyambut positif rencana tersebut.
"Hanya saja, perihal kapan waktu tes urine dilaksanakan masih belum ditentukan," katanya.
Kuntadi berharap para pemain sepak bola yang ada di skuat PSS Sleman bisa menjadi contoh bagi masyarakat yang ada di Sleman. Apalagi, para pemain ini merupakan ikon yang banyak disaksikan oleh masyarakat, khususnya kaum muda.
"Kalau pesepak bolanya bersih harapannya bisa ikut kampanye kepada para suporter tentang bahaya narkoba," katanya.
Manajer Tim PSS Sleman Arif Juliwibowo mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada konfirmasi lanjutan kapan pelaksanaan tes urine.
"Sebelumnya, memang kami bersama BNN Kabupaten Sleman pernah bicara soal tes urine. Namun, sekarang belum ada kepastian kapan bakal digelar," katanya.
Menurut dia, pihaknya setuju dengan rencana BNN Sleman melakukan tes urine terhadap para pemain sebelum teken kontrak. Jangan sampai prestasi pemain rusak akibat pengaruh narkoba.
"Saat ini kami tengah tengah melakukan seleksi pemain," katanya.
(V001)
Pewarta : Oleh Victorianus Sat Pranyoto
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
