Logo Header Antaranews Jogja

26 SMA/SMK/MA Bantul selenggarakan UN Berbasis Komputer

Jumat, 1 April 2016 21:09 WIB
Image Print
ilustrsi (netiplisiskom.blogspot)

Bantul (Antara Jogja) - Sebanyak 26 sekolah menengah atas, menengah kejuruan dan madrasah aliyah di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, siap menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer yang dijadwalkan pada 4-7 April 2016.

"Ada 26 SMA/SMK/MA yang menyelenggarakan UNBK, hasil pemantauan terakhir sudah lebih yakin, karena komunikasi dengan pusat dilakukan terus menerus," kata Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Nonformal Bantul, Masharun Ghozalie di Bantul, Jumat.

Menurut dia, setiap sekolah yang akan menyelenggarakan UNBK juga sudah dipastikan kelengkapan perangkat komputer, termasuk server jaringan dalam simulasi UNBK sudah siap.

"Nanti juga akan ada empat orang dari pemerintah pusat yang diterjunkan untuk memantau dan mendampingi pelaksanaan UNBK," katanya.

Sementara itu, menurut dia, jumlah sekolah penyelenggara UN tertulis pada 2016 sebanyak 81 SMA/SMK/MA yang terbagi dalam empat kelompok kerja (pokja) yaitu SMA Negeri 1 Sewon, SMA Negeri 1 Bantul, SMK Negeri 1 Bantul dan SMK Negeri 2 Sewon.

Pihaknya juga menjamin keamanan soal sejak distribusi dari DIY sampai masing-masing sekolah ada petugas keamanan yang mengawal. Distribusi soal UN tertulis ke sekolah pokja dilaksanakan pada Sabtu (2/4).

"Untuk kelancaran jalannya ujian, kami sudah meminta PLN agar tidak ada pemadaman listrik selama ujian berlangsung, sekolah kami imbau juga menyiapkan listrik cadangan dari genset," katanya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Sewon Bantul, Marsudi mengatakan distribusi soal UN tertulis ke pokja akan melibatkan pengamanan dari personel Polsek Sewon, untuk selanjutnya petugas tim pokja dan petugas jaga malam dilibatkan menjaga soal.

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan ujian masing-masing SMA/SMK/MA tidak boleh ada soal cadangan dalam satu ruangan, namun jika ada kekurangan maupun kerusakan soal akan diambilkan dari soal yang tersisa di ruang lain, jika masih kurang akan dikoordinasikan dengan pokja.

"Terkait persiapan siswa sudah dilakukan dengan `try out` latihan pendalaman materi. Kami juga sudah ada pendidikan klinik, yang mana siswa konsultasi langsung ke guru mata pelajaran pilihannya," katanya.

(KR-HRI)



Pewarta :
Editor: Hery Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2026