GP3A Kulon Progo dapat bantuan pengering gabah

id gabah

Gabah Kering Giling (antaranews.com)

Kulon Progo, (Antara Jogja) - Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air Bogalestari Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendapat bantuan Rice Milling Unit dan alat pengering gabah dari Kementerian Pertanian.

Ketua Gabungan Perkumpulan Petani Pemakai Air (GP3A) Bogalestari Paino di Kulon Progo, Senin, mengatakan Rice Milling Unit (RMU) dan alat pengering gabah dengan kapasitas lima ton senilai Rp200 juta dengan mengampu wilayah satu desa seluas 138 hektare sawah.

"Kami optimitis usaha RMU Bogalestari akan sukses. Alat ini akan membantu petani dalam penanganan pascapanen," kata Paino.

Ia mengatakan biasanya hasil panen padi saat di sawah sudah dibeli tengkulak luar daerah. Alat ini akan membantu petani meningkatkan nilai jual gabah.

"Biasanya dibeli tengkulak luar daerah, sehingga petani dirugikan. Solusi kerja sama dengan Gapoktan untuk membeli gabah petani setempat," kata Paino.

Camat Girimulyo Purwono mengatakan Pendoworejo merupakan lumbung padi di Girimulyo, produktivitas meningkat mendukung program rasda Kulon Progo yang telah mendapat apresiasi khusus dari MenPAN-RB.

Purwono mengatakan GP3A Bogalestari mengairi 198 hektare lahan dengan 558 anggota. Pertemuan rutin berjalan satu bulan sekali, dengan usaha sewa traktor, iuran anggota.

"Swadaya masyarakat sebesar Rp93 juta, diesel, pembangunan tempat pengering gabah, poliser,jahit karung. Biaya giling gabah kering Rp250/kg," katanya.

Bupati Kulon Progo Hasto mengapresiasi kegiatan GP3A Bogalestari yang dapat meminimalisasi kerugian petani akibat jual padi dengan sistem tebasan.

"Penjualan dapat berupa beras siap konsumsi pasti banyak keuntungan yang di dapat petani. Kemasan semakin baik harga akan mengikuti," katanya.

Ia berharap Rice Milling Unit dapat berjalan lancar, tetap rukun dan saling membantu, semangat kerja tinggi, produktivitas kerja masyarakat juga meningkat.

"Jangan terganggu dengan hal-hal kecil yang dapat menghambat jalannya usaha kelompok GP3A Bogalestari," harapnya.

Ia mempersilakan petani untuk mencoba padi organik, meski lebih rumit pengelolaannya tetapi hasilnya lebih banyak. Dalam bekerja diharapkan jangan hanya menggunakan emosi dan mata, seperti pupuk terlalu berlebihan tak ada gunanya.

"Harus banyak belajar, menuntut ilmu, terus gelorakan Bela Beli Kulon Progo," katanya. ***3***

(KR-STR)

Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar