Bantul (ANTARA) - Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kantor wilayah Yogyakarta melaksanakan kegiatan Serapan Gabah Petani (Sergap) di beberapa titik wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, salah satunya di Dusun Jaten, Kelurahan Triharjo, Kabupaten Bantul, Minggu.
"Sejak awal tahun 2026, Perum Bulog Kanwil Yogyakarta telah berhasil menyerap sebanyak 3.142 ton setara beras," kata Manajer Pengadaan Bulog Yogyakarta Nur Fuad Indra Mitra dalam keterangannya saat meninjau pelaksanaan Sergap di Bantul, Minggu.
Dalam peninjauan tersebut, Nur Fuad mendampingi pimpinan Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi sebagai bentuk komitmen lembaga pemerintah ini dalam mendukung penyerapan hasil panen petani.
Menurut dia, serapan 3.142 ton setara beras tersebut merupakan bagian dari target penyerapan tahun 2026 sebesar 195.920 ton setara beras, dan hingga jelang akhir Januari realisasi penyerapan telah melampaui target yang ditetapkan selama Januari.
"Capaian ini menunjukkan kesiapan dan keseriusan Bulog Kanwil Yogyakarta dalam menjalankan penugasan pemerintah, khususnya dalam menyerap hasil panen petani secara optimal," katanya.
Sementara itu, Pimpinan Perum Bulog Kanwil Yogyakarta Dedi Aprilyadi mengatakan jajarannya termasuk Kantor Cabang Magelang dan Banyumas, siap melaksanakan penugasan pemerintah dalam penyerapan gabah dan beras sesuai target yang telah ditetapkan.
Dia juga menegaskan, komitmen Bulog untuk mendukung kebijakan Presiden Prabowo Subianto terkait penyerapan empat juta ton gabah dan beras guna menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional.
"Bulog siap melaksanakan penugasan pemerintah dan berkomitmen penuh mendukung program swasembada pangan melalui penyerapan gabah dan beras petani secara maksimal," kata Dedi.
Guna mencapai target tersebut, Perum Bulog mengimbau seluruh petani dan gabungan kelompok tani (gapoktan) agar menjual gabahnya yang sudah memasuki usia panen ke Bulog dengan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp6.500 per kilogram, sesuai dengan ketentuan pemerintah.
