Logo Header Antaranews Jogja

BPS Sleman awasi petugas SE di Lapangan

Senin, 9 Mei 2016 18:58 WIB
Image Print
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo melakukan Sensus Ekonomi 2016 (Foto Mamiek/Antara)

Sleman (Antara Jogja) - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa melakukan pengawasan terhadap petugas sensus ekonomi secara berjenjang dalam melakukan pendataan di lapangan sehingga tidak ada rekayasa data.

"Kami menjamin tidak akan ada rekayasa dalam pendataan sensus ekonomi (SE). Kami pastikan petugas turun di lapangan sehingga data yang dikumpulkan bukan sekedar rekayasa," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sleman Arina Yuliati, Senin.

Menurut dia, tim dari BPS Sleman akan melakukan pengawasan secara berjenjang mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

"Agar pendataan dapat maksimal, kami juga akan mengawal petugas lapangan," katanya.

Ia mengatakan, petugas sensus ekonomi seluruhnya merupakan mitra kerja BPS yang direkrut dengan sistem kontrak melalui rangkaian seleksi wawancara dan tertulis.

"Pendataan tahun ini ada 2.255 petugas sensus. Tugas mereka dibagi dalam blok sensus. Masing-masing rata-rata mendapat jatah 2 hingga 3 blok," katanya.

Arina mengatakan, untuk memudahkan kinerja petugas, BPS menyebarkan brosur sosialisasi hingga tingkat dusun. Pelaksanaan sensus di mall dan pasar juga melibatkan bantuan petugas penunjuk jalan.

"Saat melakukan sensus, kami minta petugas melakukan pendekatan dari bangunan ke bangunan. Sebaiknya juga memberitahukan kepada ketua RT/RW meski resminya koordinasi hanya sampai desa," katanya.

Ia mengatakan, warga sasaran kegiatan sensus, diharapkan agar memberikan jawaban sesuai fakta.

"Mengacu aturan perundangan, responden wajib menjawab pertanyaan yang diajukan petugas sensus," katanya.

(V001)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026