Logo Header Antaranews Jogja

BPS minta masyarakat jujur sampaikan data sensus

Senin, 9 Mei 2016 19:00 WIB
Image Print
Badan Pusat Statistik Kabupaten Kulon Progo melakukan Sensus Ekonomi 2016 (Foto Mamiek/Antara)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Badan Pusat Statistik Daerah Istimewa Yogyakarta berharap masyarakat setempat membantu menyukseskan Sensus Ekonomi 2016 dengan memberikan data secara jujur dan benar kepada petugas sensus.

"Kami harap mau memberikan jawaban yang jujur. Setiap data menentukan hasil sensus dan akan menjadi dasar acuan kebijakan ekonomi pemerintah," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Bambang Kristianto di Yogyakarta, Senin.

Menurut Bambang, kendati sudah terlaksana sejak 1 Mei 2016, masih ada beberapa perusahaan di Yogyakarta yang belum bersedia menyajikan data untuk sensus ekonomi tersebut.

Dengan kondisi itu, ia menilai belum semua masyarakat atau pengusaha yang mengerti maksud sensus ekonomi, kendati telah disosialisasikan.

"Ada yang masih belum bersedia disurvei. Kami ingatkan bahwa ini bukan untuk BPS tapi justru untuk kepentingan dunia usaha sendiri dan perekonomian nasional secara luas," kata Bambang.

Bambang mengatakan melalui penyajian data yang akurat, hasil sensus ekonomi 2016 yang akan dihimpun hingga 31 Mei itu akan menjadi "Benchmarking" atau pembanding data indikator ekonomi yang biasanya diumumkan secara berkala seperti Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), pertumbuhan ekonomi, statistik perbankan, perkembangan ekspor-impor daerah, serta statistik keuangan daerah.

"Dengan data itu pemerintah pusat maupun daerah dapat menentukan kebijakan ekonomi yang tepat. Pemerintah juga akan mengetahui kendala-kendala yang masih dialami dunia usaha," kata dia.

Sementara itu, dari sisi dunia usaha, para pengusaha dapat memanfaatkan data hasil sensus ekonomi sebagai acuan untuk memetakan potensi bisnis yang digeluti. Pengusaha dapat mengetahui posisi serta daya saing usahanya di suatu wilayah. "Mereka dapat mengetahui apakah posisi perusahaannya sudah menjadi perusahaan yang menguasai pasar atau masih menjadi follower (pengikut)," kata dia.

Oleh sebab itu, kata Bambang, perlu disadari setiap pengusaha bahwa memberikan jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan petugas sensus ekonomi 2016 jangan dianggap hal yang sia-sia.

Bambang mengatakan untuk sensus ekonomi 2016 di DIY BPS akan menyasar sekitar 500.000 pelaku usaha yang tersebar di lima kabupaten/kota. Mengacu sensus ekonomi 2006, PDRB DIY didukung berbagai sektor usaha yang meliputi industri pengolahan dengan kontribusi rata-rata 13 persen, pertanian 10 persen, perdagangan 10 persen, jasa pendidikan 10 persen, perhotelan 10 persen, jasa komunikasi 10 persen, serta sektor usaha lainnya."Kami tidak tahu apakah hasil sensus ekonomi 2016 hasilnya masih demikian," kata dia.

Bambang menjelaskan, seluruh petugas sensus ekonomi 2016 di DIY berjumlah 6.071 orang. Sebagian besar terpusat di Kabupaten Sleman dan Bantul, dengan jumlah masing-masing 2.000 petugas dan 2.500 petugas, sisanya untuk Gunung Kidul, Kota Yogyakarta, dan Kulon Progo.

Sensus Ekonomi 2016 yang telah dimulai pada 1 Mei 2016, menurut Bambang, diawali dengan survei menyasar tokoh-tokoh sentral di DIY seperti Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Ngayogyakarta Sri Sultan HB X serta Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.

"Kedua tokoh itu kami harapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk ikut mensukseskan Sensus Ekonomi 2016 ini," kata Bambang.

(L007)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026