
Petambak udang Kulon Progo berusaha selamatkan tambak

Kulon Progo (Antara Jogja) - Pemilik tambak udang di Dusun Garongan, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, berusaha menyelamatkan belasan petak tambak yang terkena dampak gelombang pasang air yang mencapai tujuh meter.
Salah satu pemilik tambak udang di Garongan Wiji Warsono di Kulon Progo, Rabu, mengatakan hampir semua tambak udang di dekat pantai terkena gelombang pasang air laut sehingga petambak berupaya menyelamatkan udang dengan panen dini.
"Kami memanen udang yang terkena gelombang. Umurnya baru sekitar 60 hari. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian yang cukup besar," kata Wiji.
Ia mengatakan sejak Selasa (7/6) air laut masuk ke tambak udang. Hal ini membuat petambak udang khawatir akan menyebabkan udang mati. Untuk itu, petambak memanen dini udang yang terkena air laut.
"Kejadian gelombang tinggi ini baru pertama kali sehingga membuat kami panik. Kami baru berusaha bangkit setelah beberapa waktu udang kami diserang berak putih," katanya.
Wiji berharap harga udang tidak anjlok. Namun, sampai saat ini, pembeli udang dari Cilacap, Jawa Tengah, belum menentukan harga udang yang sedang dipanen.
"Hal yang terpenting, udang dapat diselamatkan dan tidak banyak menimbulkan kerugian. Kami berharap pedagang udang tidak memanfaatkan kondisi saat ini," katanya.
Koordinator SAR Pantai Glagah Syamsudin mengatakan gelombang pasang air laut sudah sedikit reda dibandingkan gelombang laut pada Selasa (7/6). Meski demikian, air laut menggenangi laguna Pantai Glagah sehingga laguna penuh dan dalam.
Selain itu, lokasi tempat berjualan dan kolam renang yang ada di sekitar laguna tergenang air laut. Warung-warung makan selatan laguna, tertimbun pasir.
"Saat ini, aktivitas di kawasan laguna Pantai Glagah lumpuh. Tidak ada kegiatan ekonomi. Nelayan juga tidak melaut selama dua minggu terakhir," katanya.
KR-STR
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
