
Terminal Dagsinarga Wonosari sepi penumpang

Gunung Kidul (Antara Jogja) - Terminal Dagsinarga Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu, sepi penumpang bus arus balik Lebaran 2016.
Kepala Seksi Angkutan Bidang Transportasi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Gunung Kidul Bayu Kuncoro di Gunung Kidul, mengatakan menurunnya aktivitas di terminal terjadi sejak enam hari setelah lebaran.
Ia mengatakan puncak arus balik khususnya dari Gunung Kidul sesuai dengan perkiraan awal yakni terjadi pada H+3 dan H+4 lebaran.
Pada H+3 dan H+4 terminal nampak sesak dengan keberadaan angkutan umum AKDP, AKAP, dan angkudes, namun berdasarkan pemantauan tempat yang biasanya dipenuhi bus malam, kini tinggal beberapa bus saja yang parkir.
Tumpukan penumpang juga tidak ada lagi. Pengunjung terminal bisa leluasa dan memilih angkutan umum yang akan membawanya ke berbagai kota atau antarkecamatan.
"Berdasarkan rekapitulasi angkutan Lebaran 1437 Hijriah, angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Wonosari mulai dari H+1 lebaran hingga H+6 tercatat ada 7.367 penumpang yang diberangkatkan dengan menggunakan 269 armada bus, baik bus reguler maupun bus tambahan," kata Bayu.
Salah satu agen penjualan tiket Agung Sudjatmiko mengatakan hari ini, 25-30 armada dengan jumlah penumpang sekitar 500-700 orang, dengan tujuan paling banyak di Jabodetabek.
"Hari ini kemungkinan paling terakhir para pemudik kembali ke daerahnya karena besok, Senin (18/7) sudah mulai masuk sekolah," katanya.
Ia mengatakan mulai besok, harta tiket turun Rp100 ribu dibandingkan harga tiket saat lebaran lalu. Pada lebaran jumlah bus yang berangkat dari terminal ada 50 hingga 60 bus setiap harinya, untuk hari biasa hanya ada 20 hingga 25 bus yang berangkat dari terminal menuju kota-kota besar di Indonesia.
"Pada Rabu, harga tiket mulai normal seperti hari biasa," katanya.
Agung mengatakan bila dibandingkan dengan libur lebaran tahun lalu, jumlah penumpang di Terminal Dagsinarga Wonosari mengalami penurunan hingga 25 persen. Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya tiket yang sampai saat ini belum terjual. "Padahal tahun lalu bisa ludes," ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pemudik Susanto mengungkapkan dirinya baru memutuskan untuk kembali keperantauan di hari terakhir libur sekolah karena ingin menghindari kemacetan yang ada. "Harapannya tidak terkena macet," katanya.
(KR-STR)
Pewarta : Oleh Sutarmi
Editor:
Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026
