Logo Header Antaranews Jogja

Distan klaim kenaikan harga sapi masih wajar

Selasa, 16 Agustus 2016 18:53 WIB
Image Print
Ilustrasi peternakan sapi (foto antaranews.com) (antaranews.com)

Yogyakarta (Antara Jogja) - Dinas Pertanian Daerah Istimewa Yogyakarta mengklaim rata-rata kenaikan harga sapi ongole maupun blasteran di pasaran masih dalam batas wajar seiring dengan tingginya permintaan menjelang Hari Raya Idul Adha.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, rata-rata kenaikan masih di kisaran Rp2 juta per ekor mendekati Hari Raya Kurban," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian (Distan) DIY Sutarno di Yogyakarta, Selasa.

Sutarno menyebutkan sesuai pemantauan di pasaran, taksiran harga sapi rata-rata mengalami kenaikan dari Rp45.000 per kilogram berat hidup menjadi Rp50.000 per kilogram berat hidup. Sehingga harga sapi ongole atau sapi putih layak kurban dengan berat kisaran 300 kilogram bisa mencapai Rp15 juta per ekor dari sebelumnya Rp13 juta per ekor. "Kisaran kenaikannya seperti itu tergantung berat sapi. Jenis sapi yang paling banyak diminati adalah sapi putih," kata dia.

Menurut Sutarno, meski permintaan sapi meningkat hingga mendekati Idul Adha, pemberlakuan kenaikan harga yang dilakukan pedagang sapi bukan disebabkan menipisnya persediaan, sebab populasi sapi di DIY kenyataannya hingga kini masih berlebih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Kenaikan harga itu murni mekanisme pasar yang memanfaatkan momentum tahunan Idul Adha dan kami tidak bisa mengintervensi," kata Sutarno.

Dinas Pertanian DIY tidak memiliki kemampuan untuk mengintervensi harga sapi hidup sebab menurut Sutarno pemeliharaan sapi di DIY murni dilakukan masyarakat secara swasembada. "Kami tidak bisa mencampuri penentuan harga, apalagi kami dari pemerintah tidak memiliki peternakan sendiri yang khusus menyediakan kebutuhan masyarakat," kata dia.

Sutarno menyebutkan jumlah populasi sapi yang tersebar di lima kabupaten/kota pada 2016 mencapai 350.000 ekor, mengalami kenaikan dari 2015 dengan populasi sapi 322.750 ekor. Sebaran populasi sapi terbanyak di Kabupaten Gunung Kidul mencapai 40 persen, sedangkan di kabupaten/kota lainnya masing-masing mencapai 20 persen.

Dengan persediaan itu, menurut dia, akan mencukupi kebutuhan sapi sebagai hewan kurban untuk Idul Adha di DIY yang diperkirakan permintaan bakal mencapai 25.000 ekor sapi. "Bahkan jika ada permintaan dari provinsi lain, DIY masih mampu mengirim. Tahun lalu kami bisa mengirim hingga 7.000 ekor sapi ke Jawa Barat dan Jawa Tengah," kata Sutarno.


(T.L007)



Pewarta :
Editor: Mamiek
COPYRIGHT © ANTARA 2026