
Harga cabai di Kulon Progo stabil tinggi

Kulon Progo, 10/1 (Antara) - Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Niken Probo Laras mengatakan harga cabai di wilayah itu terpantau stabil tinggi.
"Harga cabai merah keriting di Kulon progo terpantau masih stabil tinggi. Hasil produksi petani mencukupi untuk kebutuhan lokal Kulon Progo, serta beberapa daerah di luar Kulon Pprogo," kata Niken di Kulon Progo, Selasa.
Ia mengatakan hargai cabai rawit hijau di Kulon Progo mencapai Rp67.000 per kg dan cabai rawit merah Rp92.000 per kg. Harga cabai rawit yang tinggi disebabkan suplai yang sedikit serta curah hujan yang cukup tinggi.
Namun tingginya harga cabai rawit di Kulon Progo tidak terlalu berpengaruh pada daya beli masyarakat karena sebagian besar masyarakat Kulon Progo justru lebih meminati cabai merah keriting.
"Daya beli masyarakat masih tinggi, khususnya cabai keriting," katanya.
Niken mengharapkan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat bekerja sama dalam menstabilkan harga cabai.
"Jangan sampai tingginya harga cabai rawit berpengaruh pada harga kebutuhan pokok lainnya di Kulon Progo," katanya.
Ketua Kelompok Tani Gisik Pranaji Sukarman mengatakan harga cabai di tingkat petani mencapai Rp80.000 per kg.
"Sejak September 2016, harga cabai terus merangkak dari Rp25.000 per kg, sekarang mencapai Rp80.000 per kg. Keuntungan yang didapat petani juga sangat banyak," kata Sukarman.
Ia mengatakan harga cabai keriting di tingkat petani sebesar Rp35.000 kg dari sebelumnya Rp25.000 per kg, cabai rawit Rp80.000 per kg dari sebelumnya Rp45.000 hingga Rp50.000 per kg.
"Harga cabai di tingkat petani terus meningkat karena jumlah produksi turun hingga 50 persen dibandingkan pada masa tanam pertama," katanya.
Ia mengatakan musim tanam pertama pada Maret dan mulai panen pada Mei. Pada masa taman pertama, satu hektare tanaman cabai mampu menghasilkan 12 ton hingga 15 ton. Pada September 2016 sampai saat ini, satu hektare tanaman cabai hanya menghasilkan antara lima hingga tujuh ton cabai.
"Pada Mei 2016, harga cabai di tingkat petani hanya Rp4.000 hingga Rp5.000 per kg. Kami sangat rugi tenaga dan biaya operasional. Pada September 2016, kami mulai menikmati keuntungan dari hasil panen cabai," katanya.
Ia mengatakan hasil panen pada September sampai sekarang hanya dapat mencukupi permintaan pasar lokal. Tengkulak menjualnya ke Pasar Beringharjo, Giwangan, dan Gamping.
Hasil panen Mei, biasanya dijual ke Jakarta dan Sumatera karena permintaan pasar lokal sudah cukup. ***3***
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Eka Arifa Rusqiyati
COPYRIGHT © ANTARA 2026
