Logo Header Antaranews Jogja

Bantul optimistis wujudkan swasembada pangan

Sabtu, 11 Februari 2017 15:44 WIB
Image Print
Ilustrqsi (Foto ANTARA/Mamiek)

Bantul, (Antara Jogja) - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta optimistis pada 2017 ini dapat mewujudkan swasembada pangan melalui upaya penambahan luas tanam dan pencanangan tanam serempak di 17 kecamatan.

"Meskipun saat ini cuaca sedang ekstrem, namun kami optimistis swasembada pangan pada 2017 dapat tercapai," kata Kepala Dinas Pertanian Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Pulung Haryadi, di Bantul, Sabtu.

Menurut dia, upaya untuk mewujudkan swasembada pangan tersebut dilakukan dengan menambah jumlah luas tanam padi hingga mencapai 500 hektare serta melakukan percepatan tanam serempak di 17 kecamatan.

"Saat ini total luas tanam sudah mencapai 2.010 hektare, melebihi target yang direncanakan yakni seluas 1.885 hektare. Dari luasan target yang kami canangkan sudah mampu melebihi target yang ada, jadi kami yakin pada Maret 2017 sudah bisa memenuhi target pangan," katanya.

Ia mengatakan dengan tambahan luas tanam padi ini, maka Kabupaten Bantul optimistis akan surplus pangan dibandingkan tahun sebelumnya.

"Dengan tercukupinya ketahanan pangan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan nasional dapat tercipta secara optimal," katanya.

Pulung mengatakan untuk mengejar kondisi cuaca ekstrem yang mengakibatkan banyak petani gagal panen pada 2016, pihaknya mulai menerbitkan tata tanam tepat, sebagai pedoman petani dalam menyiasati waktu tanam sesuai kondisi iklim yang ada untuk meminimalisir gagal panen.

"Untuk cabai dan bawang merah, Bantul berupaya melakukan penyelamatan tanaman yang sudah tertanam saat ini atau `standing crop` dari ancaman genangan air maupun kondisi cuaca yang tidak menentu dengan emmperbaiki saluran irigasi dan sitem sanitasi lahan," katanya.

Ia mengatakan untuk komoditas kedelai pemerintah daerah setempat juga telah menambah luas tanam hingga 500 hektare dengan varietas kedelai yang lebih baik dari kedelai lokal.

"Sedangkan sektor peternakan, juga telah mengerahkan 34 dokter dan paramedik untuk memantau kesehatan hewan ternak di Bantul sebagai antisipasi beredarnya hewan yang menular dan untuk sektor perikanan produksi benih di balai-balai benih ikan telah ditingkatkan sebanyak 300 ribu dari sebelumnya hanya 2,7 juta benih ikan kini mencapai tiga juta benih ikan," katanya.***3***

(V001)



Pewarta :
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026