
Warga manfaatkan limbah bambu jadi miniatur hewan

Gunung Kidul, (Antara jogja) - Warga Dusun Sambeng, Desa Sambirejo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memanfaatkan limbah bambu dan kayu untuk membuat kreasi kerajinan berupa miniatur hewan yang menembus pasar ekspor.
Salah satu perajin di Dusun Sambeng, Pranoto di Gunung Kidul, Rabu, mengatakan dirinya pertama kali mebuat miniatur hewan dan berbagai bentuk hewan dari akar bambu karena prihatin banyaknya akar bambu ori dan petung di sekitar rumahnya yang menjadi limbah karena tidak laku dijual dan hanya menjadi kayu bakar.
"Di sini masih banyak tumbuhan bambu yang dimanfaatkan masyarakat sekitar untuk berbagai kebutuhan, namun akarnya hanya dijadikan kayu bakar, selanjutnya saya mencoba membuat miniatur berbagai macam hewan," kata Pranoto.
Ia mengatakan hingga saat ini dirinya mampu membuat sedikitnya 30 miniatur hewan dari bahan baku akar bambu dan kayu jati. Dia dibantu empat karyawan memilih miniatur hewan karena sesuai dengan karakter akar bambu berserabut untuk digunakan sebagai badan hewan.
"Ada jerapah, bebek, buaya, domba, dan lainnya yang bisa dibuat dari akar bambu," katanya.
Pranoto mengatakan selama dua tahun terakhir ini mengembangkan akar bambu. Dalam sebulan bisa menghasilkan hingga 30 miniatur hewan ke pasar dalam negeri, seperti Yogyakarta, Jepara, dan Klaten. Hasil kreasinya sudah merambah pasara Eropa dan Australia. Dia menjual per bijinya bervariasi mulai dari Rp15 ribu hingga Rp300 ribu.
"Untuk Eropa dan Australia hanya cukup divernis tidak perlu di cat karena konsumen di sana senang yang alami," katanya.
Sementara, salah seorang pembeli Edo mengaku tertarik dengan kerajinan yang dibuat Pranoto karena unik dan menarik. "Harganya cukup terjangkau, saya membeli untuk hiasan di ruang tamu," katanya.
(U.KR-STR)
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
