
TPID DIY: harga sembako terkendali

Yogyakarta (Antara Jogja) - Tim Pengendali Inflasi Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan harga maupun pasokan kebutuhan pokok terkendali menjelang pertengahan Ramadhan di daerah itu berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar tradisional.
"Memang sempat ada kenaikan harga karena ledakan permintaan sejumlah komoditas pangan tetapi saat ini sudah dalam level yang wajar," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta yang juga Ketua III TPID DIY Budi Hanoto di Yogyakarta, Rabu.
Menurut dia, sesuai pemantauan sejumlah pasar induk di lima kabupaten/kota permintaan kebutuhan pokok yang sempat melonjak menjelang Ramadhan antara lain bawang putih, telur ayam, dan daging ayam. Tiga komoditas itu juga telah mengerek laju inflasi Kota Yogyakarta menjadi 0,33 persen pada Mei, lebih tinggi dari April yang masih 0,28 persen.
Namun demikian memasuki Ramadhan hingga saat ini permintaan masyarakat terhadap tiga komoditas itu mulai terkendali bahkan cenderung mengalami tren penurunan harga, seperti bawang putih yang sebelumnya sempat di kisaran Rp60.000-Rp70.000 per kg menurun menjadi Rp58.000 per kg. "Meski komoditas itu sempat ada gangguan, sekarang kencenderungannya aman, baik dari sisi harga maupun pasokannya," kata dia.
Menurut Budi, selain bawang putih, telur dan daging ayam, stok dan harga kebutuhan pokok strategis lainnya seperti bawang merah, minyak goreng, aneka cabai, tepung terigu, beras, serta gula pasir secara keseluruhan mencukupi dan terkendali.
Pemantauan stok dan harga kebutuhan pokok ke pasar-pasar tradisional akan terus dilakukan mengantisipasi lonjakan harga di luar kewajaran. TPID DIY juga bekerja sama dengan Satgas Pangan Polda DIY untuk memastikan rantai distribusi pangan dalam kondisi aman.
Menurut dia, jika ada yang menaikkan harga di luar kewajaran, masyarakat tinggal mengecek harga yang berlaku di Kios Segara Amarta sebagai tempat rujukan harga di DIY. Kios Segara Amarta I berlokasi di Pasar Bringharjo, Yogyakarta dan Kios Segara Amarta II di Pasar Kranggan, Yogyakarta.
Untuk menjaga stabilitas harga, ia berharap masyarakat tidak melakukan aksi borong atau berbelanja kebutuhan pokok berlebihan yang dapat mengakibatkan kelangkaan barang di pasaran. Masyarakat diharapkan berbelanja bijak dengan membeli sesuai dengan kebutuhan. "Tidak perlu ada main borong berlebihan, pastikan membeli yang betul-betul dibutuhkan," kata dia.
L007
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2026
