
Kementan : Realisasi Program Siwab nasional 88 persen

Bantul, (Antara Jogja) - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian I Ketut Diarmita mengatakan, realisasi program Sapi Indukan Wajib Bunting secara nasional hingga awal Desember mencapai 88 persen dari target empat juta sapi.
"Raihan kita untuk IB (inseminasi buatan) itu dari target aseptor empat juta kita sudah meraihnya sekitar 3,6 juta ekor, artinya sudah 88 persen tercapai," katanya usai menghadiri peringatan Hari Pangan Sedunia tingkat Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta di Bantul, Selasa.
Menurut dia, program Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab) merupakan program percepatan peningkatan populasi sapi tahun 2017 melalui kawin suntik atau Inseminasi Buatan (IB), program ini menyasar ke seluruh kabupatan di Indonesia.
Dirjen mengatakan, meski hingga awal Desember ini baru teralisasi 88 persen dari target empat juta sapi, namun ia optimistis angkanya terus bertambah hingga mendekati akhir tahun, karena saat ini proses oleh petugas IB masih berjalan.
"Nah ini kan baru Desember awal, dan nanti saya yakin sampai akhir Desember makin bertambah, terus sapi yang bunting itu sekitar 56 persen, artinya dari yang kita harapkan lahir itu tiga juta ekor, sekarang sudah lahir 1,5 juta ekor," katanya.
Meski demikian, I Ketut mengakui realisasi program Siwab ini masih terbilang lambat, hal ini disebabkan karena keterbasan sumber daya manusia (SDM) petugas IB maupun petugas pemeriksa kebuntingan setela sapi tersebut di IB.
"Lambatnya ini karena petugas pemeriksa kebuntingan juga petugas IB, jadi kalau pemeriksa kebuntingan dipercepat nanti IB-nya menurun, jadi makanya saya IB saja dulu, biar nanti kalau benar-benar maksimal di awal Februari-Maret 2018 akan dapatkan hasil maksimal," katanya.
I Ketut mengatakan, program Siwab untuk percepatan peningkatan populasi sapi pada tahun 2018 juga akan dianggarkan lagi, dengan diprioritaskan pada daerah-daerah yang belum mengenal program Kementerian Pertanian (Kementan) itu.
"Tahun depan mudah-mudahan dapat tiga juta akseptor lagi dan saya sebenarnya akan prioritaskan pada daerah-daerah yang belum familiar dengan Siwab," kata Dirjen.***3***
(KR-HRI)
Pewarta : Heri Sidik
Editor:
Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
