
JIFFINA 2018 targetkan transaksi Rp100 miliar

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia 2018 yang akan digelar di Jogja Expo Center Yogyakarta pada 10-13 Maret menargetkan transaksi Rp100 miliar.
"Transaksi Jiffina tahun lalu Rp 75 miliar. Tahun ini targetnya Rp100 miliar," kata Ketua Forum Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) Jawa-Bali Timbul Raharjo, di Yogyakarta, Kamis.
Menurut Timbul, Jiffina 2018 mengangkat tema "Unique Furniture and Craft Product". Diharapkan, Jiffina kali ketiga ini menjadi salah satu pameran terbesar di daerah.
Jumlah peserta pameran tahun ini, kata Timbul, lebih banyak dan didominasi oleh UKM dari Jatim, Jateng, Bali, dan DIY.
Penyelenggaraan Jiffina 2017 diikuti 260 peserta, sedangkan tahun ini sudah mencapai 295 peserta pengusaha mebel dan kerajinan se-Indonesia, terutama Jawa-Bali.
"Saat ini 90 persen stan sudah terjual," kata Timbul.
Ia meyakini dengan bertambah peserta, produk mebel dan kerajinan yang dipamerkan lebih variatif. Apalagi, ia menilai gairah ekspor permebelan saat ini semakin membaik.
"Harapannya Jiffina bisa menjadi tolok ukur furnitur di Jawa Tengah dan DIY," kata dia lagi.
Sama seperti penyelenggaraan tahun lalu, menurut Timbul, Jiffina 2018 akan dihadiri sekitar 4.000 buyers(pembeli) dari 60 negara.
Tahun lalu buyers dari Jerman menempati posisi tertinggi dalam transaksi, disusul Belanda, Amerika, Itali, Belgia, India, Prancis, dan Australia.
Ketua Pelaksana Jiffina 2018 Endro Wardoyo mengatakan sejumlah keunggulan pameran Jiffina, antara lain pameran didesain sebagai pameran international yang berada di daerah pusatnya industri furniture & craft Jateng, DIY, Jatim dan Bali. "Pembeli tidak harus ke Jakarta atau Singapura yang biayanya cukup mahal," kata dia.
Selain itu, buyers akan mendapatkan produk-produk asli Indonesia langsung dari sumbernya. Destinasi pameran juga sangat lekat dengan destinasi budaya dan wisata di Yogyakarta, sehingga selain berbisnis juga akan disuguhi dengan destinasi wisata budaya serta kuliner.
Menurut Endro, hingga saat ini buyers yang memastikan akan hadir melalui regestrasi online sudah mencapai 400 orang dari 26 negara.
"Kami mengajak para pengusaha furnitur dan kerajinan yang belum mengikuti pameran ini, untuk segera ikut pameran ajang tahunan ini, masih ada stan yang belum terisi tinggal 10 persen," kata dia lagi.***3***
(T.L007) 04-01-2018 09:50:12
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Agus Priyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
