Logo Header Antaranews Jogja

Kurs rupiah dipengaruhi rilis data NPI kuartal II-2026

Jumat, 21 Agustus 2026 10:57 WIB
Image Print
Pegawai menunjukkan pecahan mata uang rupiah dan dolar AS di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/tom.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada pembukaan perdagangan Jumat, bergerak datar 0 poin atau 0,00 persen menjadi Rp17.748 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.748 per dolar AS.

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede kurs rupiah hari ini akan dipengaruhi rilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) kuartal II-2026.

“Bank Indonesia dijadwalkan merilis data Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) 2Q26 hari ini,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.

Pihaknya memperkirakan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) melebar menjadi 3,09 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), dari 1,09 persen terhadap PDB pada kuartal I-2026.

Pelebaran defisit, katanya, terutama didorong oleh peningkatan musiman pada arus keluar pendapatan primer, khususnya pembayaran imbal hasil atas aset domestik kepada non-residen, serta memburuknya kinerja neraca barang seiring dengan tercatatnya defisit perdagangan pada Mei dan Juni 2026.

Di samping itu, sentimen lain berasal dari pengumuman program pembelian kembali (buyback) surat utang pemerintah AS berjangka panjang.

Operasi tersebut bertujuan menurunkan imbal hasil obligasi jangka panjang yang sebelumnya terus naik mencapai level tertinggi dalam 20 bulan (obligasi 10 tahun AS). Dengan imbal hasil obligasi AS yang menurun, maka membuat dolar AS lebih kurang menarik.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.700-Rp17.825 per dolar AS.



Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026