
DKP targetkan produksi perikanan 15.315 ton

Kulon Progo (Antaranews Jogja) - Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta menargetkan produksi perikanan budi daya dan ikan tangkap 15.315 ton pada 2018.
Kepala DKP Kulon Progo Sudarna di Kulon Progo, Jumat, mengatakan target pencapaian bidang perikanan dan kelautan sudah tertuang dalam rencana kerja DKP 2018, sesuai arahan Bappeda.
"Indikator supaya mudah diukur dan pasti, maka indikator DKP diukur dengan produksi perikanan budi daya dan perikanan tangkap," katanya.
Ia mengatakan produksi perikanan dibagi dua bagian, yakni target produksi ikan budi daya 12.890 ton dan perikanan tanggap 2.420 ton. Total target produsi perikanan tangkap dan budi daya selama 2018 sekitar 15.315 ton.
"Target tersebut harus kami capai selama satu tahun ke depan sehingga kami harus memetakan potensi perikanan budi daya dan perikanan tangkap supaya dapat dilihat indikator pencapaiannya," katanya.
Sudarna mengatakan target 15.315 ton itu melebihi target 2017 yang 14.661 ton. Produksi perikanan budi daya 12.488 ton dan perikanan tangkap 2.173 ton. Produksi perikanan tangkap tidak mencapai target karena kondisi gelombang tinggi yang menyebabkan nelayan tidak bisa melaut.
Selain itu, nelayan di kawasan pantai selatan tidak melaut dalam waktu lama menunggu musim ikan dan gelombang tinggi mereda.
"Kami menyadari produksi perikanan tangkap di Kulon Progo masih sangat rendah sehingga kami lebih menitikkan pengembangan perikanan budi daya yang memiliki peluang sangat besar, baik di pasar lokal dan luar daerah," katanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil dan Pengelolaan Pelelangan Ikan DKP Kulon Progo Prabowo Sugondo mengatakan produksi ikan tangkap dari nelayan Kulon Progo paling banyak dimulai dari Oktober sampai Desember.
Pada bulan-bulan tersebut, ujarnya, terjadi migrasi ikan di laut sehingga hasil tangkapan ikan cukup banyak.
Di luar bulan-bulan tersebut, nelayan beralih menjadi petani, buruh bangunan, hingga mengembangkan budi daya tambak udang.
"Kami tidak bisa memaksa mereka tetap melaut sepanjang tahun. Kami menyadari nelayan di Kulon Progo bukan sepenuhnya bermata pencaharian sebegai nelayan, melainkan dari petani menjadi nelayan," katanya.
(U.KR-STR)
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
