
Forum BUMDes adakan diskusi terbuka penguatan BUMDes

Bantul (Antaranews Jogja) - Forum Badan Usaha Milik Desa Indonesia mengadakan diskusi terbuka bertajuk "Penguatan dan Pengembangan BUMDes" di Kampoeng Mataraman, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat sore.
"Acara diskusi terbuka untuk umum ini diharapkan dapat menjadi edukasi dan forum komunikasi antar-stakeholder ekonomi desa," kata Ketua Forum BUMDes Indonsia dan Tenaga Ahli Kemendes dan PDT Febby D.T.Bangso di sela diskusi.
Menurut dia, BUMDes adalah amanat Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, namun untuk kalangan awam hal-hal terkait BUMDes masih belum terang diophami, seperti aspek sosialnya, hukum, ekonomi hingga tata kelola yang ideal.
Sejak UU Desa dan program Prioritas Kemendes dilaksanakan, dari 74.910 desa di Indonesia baru 24,62 persen yang mendirikan BUMDes, dari jumlah tersebut yang dinyatakan aktif baru sekitar 19,63 persen.
"Padahal BUMDes sangat strategis karena didukung lintas kementerian dan lembaga, namun nyatanya saat ini masih banyak BUMDes yang pembentukan dan pengembangannya masih belum bisa disebut memenuhi syarat minimal dari sisi kebermanfaatan sosial," katanya.
Ia menjelaskan, BUMDes pada satu sisi sebagai badan usaha dituntut untuk mandiri dan menguntungkan, namun disisi lain juga dituntut untuk memberikan kemanfaatan sosial.
Dalam persoalan hukum, lanjut dia, legalitas pembentukan BUMDes cukup sederhana, yaitu melalui penerbitan Peraturan Desa, namun dalam perkembangannya sering bergesekan dengan aturan lain yang belum sinkron dengan semangat UU Desa.
"Untuk membahas banyak problem itu dan bagaimana konsep praktis untuk mengelola BUMDes, diadakan diskusi terbuka dengan menghadirkan para tokoh penting penggerak BUMDes," katanya.
Sementara itu, Founder bumdes.id Rudy Suryanto mengatakan untuk sebuah BUMDes dapat terbentuk, berjalan dan mandiri membutuhkan serangkaian proses yang tidak sebentar, namun butuh proses yang panjang.
"Ini tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat, harus ada upaya yang sistematis dan berkesinambungan. Inilah sebenarnya problem terbesar dari pengelola BUMDes, mereka tidak tahu definisi sukses itu apa," katanya.
(T.KR-HRI)
Pewarta : H. Sidik
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
