
Susi: SKPT berdampak langsung bagi warga

Jakarta (Antaranews Jogja) - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu yang sedang digalakkan pemerintah di berbagai daerah dapat berdampak langsung bagi warga sekitarnya.
"SKPT dibangun bukan sekadar sebagai program pemerintah yang dapat dilihat dan dinilai melainkan sesuatu yang benar-benar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," kata Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kamis.
Menteri Susi berpendapat sebelum pemberantasan penangkapan ikan secara ilegal digalakkan, baik pemerintah maupun masyarakat tidak dapat merasakan manfaat dari berlimpahnya sumber daya laut Indonesia.
Untuk itu, ujar dia, kini sudah saatnya sumber daya laut dikembalikan kepada bangsa Indonesia antara lain dengan pembangunan SKPT yang bakal memberikan sejumlah fasilitas seperti "cold storage".
Sebagaimana diwartakan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun sentra kelautan dan perikanan terpadu di berbagai daerah seharusnya ditingkatkan, jangan diturunkan agar dapat melesatkan kinerja sektor kelautan dan perikanan nasional.
"Upaya pemerintah untuk mewujudkan industrialisasi perikanan dengan membangun Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu di wilayah pinggiran akan terhambat dengan menurunnya alokasi anggaran pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu," kata Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW) Moh Abdi Suhufan.
Menurut Abdi, Kementerian Kelautan dan Perikanan dapat dikatakan menunjukkan inkonsistensi perencanaan program sentra kelautan dan perikanan terpadu dengan tidak menjaga dan mengawal alokasi anggaran program tersebut.
Berdasarkan catatan DFW, anggaran sentra kelautan dan perikanan terpadu tahun ini hanya Rp275,7 miliar, atau menurun dari Rp771,8 miliar pada awal tahun 2017 dan kemudian dipotong menjadi hanya Rp657,8 miliar sehingga penurunan alokasi itu dinilai mengganggu target secara keseluruhan.
Dengan situasi itu, lanjutnya, maka dinilai sulit mengharapkan operasionalisasi dan dampak sentra kelautan dan perikanan terpadu seperti pada tujuan awal yaitu memicu produksi perikanan di wilayah perikanan, melakukan ekspor langsung dan menumbuhkan ekonomi.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menginginkan sistem logistik dan transportasi yang mengangkut komoditas perikanan di Tanah Air dapat dibenahi dalam rangka melesatkan sektor kelautan nasional.
"Ada beberapa hal yang harus diperbaiki untuk meningkatkan detak usaha perikanan Indonesia. Beberapa hal tersebut di antaranya memperbaiki sistem logistik dan transportasi produk perikanan," kata Menteri Susi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (13/2).
Sebagaimana diketahui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan program pembangunan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di 12 lokasi.
Ke-12 lokasi tersebut adalah di Sabang, Mentawai, Sebatik, Natuna, Talaud, Morotai, Biak, Mimika, Merauke, Saumlaki, Rote Ndao, dan Sumba Timur.
Pewarta : Muhammad Razi Rahman
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
