Tiga kementerian bekerja sama mewujudkan pemerintahan berkelas dunia

id rini soemarno

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto antaranews.com)

 Jakarta (Antaranews Jogja) - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), dan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU menuju pemerintahan berkelas dunia.

         "Melalui nota kesepahaman ini, Kementerian BUMN akan mengkoordinasikan dan mendorong agar BUMN terlibat dan berpartisipasi aktif dalam upaya akselerasi reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja birokrasi pemerintahan," ujar Menteri BUMN Rini Soemarno, usai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Senin.

        Rini mengatakan sebagai agen pembangunan, BUMN menunjukkan kualitasnya sebagai perusahaan berkelas dunia.

        "Pengalaman dan kompetensi BUMN perlu ditularkan pada birokrasi untuk mempercepat terwujudnya pemerintahan berkelas dunia."

   Ruang lingkup nota kesepahaman tersebut meliputi pengembangan manajemen sumber daya manusia di lingkungan birokrasi pemerintahan, pengembangan kewirausahaan dalam penyelenggaraan birokrasi pemerintahan menuju pemerintahan yang efektif, efesien dan akuntabel, penerapan teknologi informasi dalam tata kelola pemerintahan khususnya pengembangan sumber daya manusia, serta pendayagunaan para direktur utama BUMN dalam pendidikan dan pelatihan Aparatur Sipil Negara (ASN).

         Kementerian BUMN juga melakukan penandatanganan nota kesepahaman tentang hilirisasi hasil invensi dan inovasi lembaga penelitian dan pengembangan serta perguruan tinggi di Indonesia.

         "Nota kesepahaman ini merupakan landasan atau pedoman kerja sama Kemristekdikti dan Kementerian BUMN guna hilirisasi hasil invensi dan inovasi yang berorientasi terhadap kebutuhan dan pemanfaatan industri di BUMN," tambah dia.

          Melalui penandatanganan nota kesepahaman tersebut, Kementerian BUMN menyatakan komitmennya untuk mendorong BUMN  melakukan komersialisasi hasil invensi dan inovasi lembaga Litbang dan perguruan tinggi.

        Kemristekditi juga menyatakan komitmennya untuk merencanakan dan mendorong hilirisasi hasil invensi dan inovasi lembaga Litbang atau perguruan tinggi untuk dimanfaatkan oleh BUMN.

        "Salah satu yang sudah dimanfaatkan yakni garam farmasi oleh Kimia Farma. Ke depan, kami ingin semakin banyak hasil penelitian yang dimanfaatkan oleh BUMN," harap Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohammad Nasir.
Pewarta :
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar