
Ansor DIY siap sambut Kirab Satu Negeri

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta siap menyambut rombongan kirab bendera merah putih dengan tajuk "Kirab Satu Negeri" yang akan berakhir di Yogyakarta.
"Sesuai dengan slogan Jogja Istimewa, kita akan berikan penyambutan yang paling istimewa di Yogyakarta," kata Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta Muhammad Syaifudin di Yogyakarta, Rabu.
Seperti diketahui, Pimpinan Pusat GP Ansor menggelar kegiatan kirab bendera pusaka merah Putih mengelilingi seluruh wilayah di Indonesia. Kirab Satu Negeri dimulai serentak di Merauke Papua, Rote NTT, Miangas Sulawesi Utara, Nunukan Kalimantan Utara, dan Sabang Aceh. Dari Papua, Kirab Satu Negeri akan melintasi Maluku, Bali, dan Jawa Timur dan berakhir di Yogyakarta pada 26 Oktober.
Kegiatan yang diikuti sebanyak 1.945 peserta ini direncanakan berakhir di Kota Yogyakarta pada 26 Oktober 2018 atau setelah menempuh waktu selama enam pekan. Pada puncak perayaan "Kirab Satu Negeri" di Yogyakarta rencananya akan digelar Apel Kebangsaan yang melibatkan sekitar 100.000 anggota Banser dan dihadiri Presiden RI Joko Widodo.
Syaifudin mengatakan puncak acara di Yogyakarta ada beberapa kegiatan. Salah satu yang sedang disiapkan adalah apel kebangsaan yang akan dihadiri Presiden RI Joko Widodo. Untuk lokasi apel masih dalam pembahasan antara lain komplek Candi Prambanan, Stadion Kridosono atau Stadion Sultan Agung (SSA).
"Masih terus kita koordinasikan dengan para pihak terkait. Doakan semua kegiatan bisa berjalan dengan lancar," kata Syaifudin.
Sebelumnya, Ketua Umum GP Ansor, Yaqut C Qoumas, menegaskan, Kirab Satu Negeri yang digelar secara serentak untuk menolak ancaman kedaulatan bangsa dari kelompok-kelompok yang ingin mengubah konsensus nasional dan yang menamakan diri atas nama agama tertentu.
"Konsensus nasional itu adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Ini harus kita jaga jangan terpecah karena kelompok-kelompok tertentu, apalagi yang mengatasnamakan kelompok agama yang dianggap menjadi rujukan, padahal ada yang lain," kata Yaqut saat pelepasan peserta kirab di Skouw-Wutung, tapal batas Indonesia-Papua New Guinea, di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, Senin (17/9).
Pewarta : Luqman Hakim
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
