FT UGM: pelaku perkosaan belum bisa lulus

id Ugm

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta (Foto Antara/Rizky)

Yogyakarta (Antaranews Jogja) - Dekan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada Prof Nizam memastikan salah seorang mahasiswanya HS yang diduga sebagai pelaku perkosaan terhadap mahasiswi di kampus itu telah dijatuhi sanksi dan belum bisa lulus kuliah tahun ini.
         
"Pelaku yang seharusnya bisa wisuda Agustus lalu, belum bisa lulus karena masih harus memenuhi sanksi keputusan dari pimpinan universitas berdasar rekomendasi tim independen," kata Nizam saat dihubungi di Yogyakarta, Kamis.
         
Menurut Nizam, pascaperistiwa pelecehan seksual yang terjadi pada 2017 itu, pihak UGM dengan cepat merespons dengan menarik kedua mahasiswa dari lokasi kuliah kerja nyata (KKN) yang berlangsung di Maluku.
         
"Kami juga langsung implementasikan sanksi terhadap pelaku yakni KKN-nya tidak lulus dan harus mengulang," kata dia.
         
Selain itu, lanjut Nizam, pihak UGM juga telah membentuk tim independen pencari fakta yang terdiri dari perwakilan Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) UGM, dan psikolog.
           
"Agar tidak bias gender, saya meminta dosen perempuan yang cukup senior dan biasa membimbing mahasiswa untuk menjadi wakil dari Fakultas Teknik, demikian pula dari Fisipol dan psikolognya," kata dia.
           
Meski demikian, Nizam mengatakan karena UGM merupakan lembaga pendidikan, maka prinsip penyelesaian yang dilakukan adalah mendidik dan tetap memenuhi rasa keadilan.
           
"Melindungi para pihak yang keduanya adalah anak-anak kami juga sehingga memang tidak diekspose," kata dia.
         
Ia mengatakan berdasarkan rekomendasi dari tim independen pula, pelaku harus mengikuti pembinaan konseling oleh psikolog dan penyintas juga didampingi konseling.
         
Diwartakan sebelumnya, seorang mahasiswi Fisipol UGM berinisial AN diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh sesama rekan KKN berinisial HS, mahasiswa Fakultas Teknik angkatan 2014.
     
Peristiwa ini terjadi saat mahasiswi angkatan 2014 ini mengikuti Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku pertengahan tahun 2017 lalu. Peristiwa itu diungkap oleh Balairung Press (Badan Pers Mahasiswa UGM) melalui laporan yang diunggah  pada 5 November.
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar