Andik Vermansyah siap bertanding lawan Filipina

id andik vermansyah

Arsip. Pesepak bola Timnas Indonesia Andik Vermansyah (tengah) mengumpan bola ke rekannya Irfan Jaya (kanan) saat melewati pesepak bola Timnas Hong Kong Yang Huang (kiri) dalam laga International Friendly Match di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/10/2018). Pertandingan tersebut berakhir imbang dengan skor 1 - 1. (Hafidz Mubarak A/wsj) (.)

Jakarta (Antaranews Jogja) - Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Bima Sakti mengatakan, kondisi pemain sayap skuatnya Andik Vermansyah membaik dari cedera dan siap bertanding kontra Filipina di laga terakhir Grup B Piala AFF 2018, Minggu (25/11).

Andik mengalami cedera lengan ketika Indonesia melawan Thailand, Sabtu (17/11), yang membuat dirinya harus diganti dengan Febri Hariyadi pada menit ke-42.

"Andik sudah tidak ada masalah. Dia sudah ikut latihan penuh meski agak dijaga agar tidak terjadi benturan," kata Bima di Jakarta, Selasa.

Meski demikian, Bima tetap berharap kondisi Andik semakin sempurna dalam beberapa hari sebelum kontra Filipina.

Ditemui terpisah, Andik Vermansah memastikan dirinya semakin pulih dari cedera dan siap tampil melawan Filipina.

"Memang saat melawan Thailand cederanya sakit sekali dan mengganggu keika bermain. Namun tidak ada patah atau retak, cuma keseleo dan memar," tutur Andik.

Pemain berusia 26 tahun itu pun menyatakan siap bahu-membahu bersama rekan-rekannya untuk mengalahkan Filipina.

Dia ingin membawa Indonesia lolos ke semifinal dan berhasrat menorehkan prestasi serupa dengan Piala AFF 2016 di mana Indonesia mencapai final.

"Kami harus menang lawan Filipina. Itu harga mati. Semoga kami mampu melakukannya dan dapat ke final seperti Piala AFF tahun 2016," tutur pria asal Jember, Jawa Timur tersebut.

Indonesia akan menghadapi Filipina dalam laga terakhirnya di Grup B Piala AFF 2018, Minggu (25/11), di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Indonesia harus mampu mendukukkan tim yang dilatih juru taktik timnas Inggris di Piala Dunia tahun 2002 dan 2006, Sven-Goran Eriksson kalau mau lolos ke empat besar.

Namun, kemenangan dari Filipina tidak serta merta membawa Indonesia ke semifinal. Nasib Indonesia ditentukan beberapa faktor seperti hasil laga Filipina kontra Thailand pada Rabu (21/11).

Jika laga itu berakhir seri, poin Filipina dan Thailand di klasemen menjadi tujuh dan itu tidak akan terkejar oleh Indonesia yang poin maksimalnya enam. Raihan Filipina dan Thailand hanya dapat dilampaui oleh Singapura yang kini berpoin tiga, tetapi menyisakan dua pertandingan atau maksimal mendapatkan sembilan poin.
 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar