Sleman targetkan tambahan delapan SSB dan Destana

id Sekolah siaga bencana

Ilustrasi, Pelatihan Sekolah Siaga Bencana (SSB) di Kabupaten Sleman. (Foto Antara/Humas Sleman)

 Sleman (Antaranews Jogja) - Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta mentargetkan penambahan delapan sekolah siaga bencana (SSB) dan delapan desa tangguh bencana (Destana) pada 2019.
   
 "Pada 2019 Kabupaten Sleman ditargetkan akan ada tambahan sebanyak delapan SSB dan delapan Destana, sehingga pada 2019 ini nantinya di Sleman aka nada 63 SSB dan 53 Detana," kata Staf Ahli Bupati Sleman Bidang Pemerintahan dan Hukum, Mustain Aminun di Sleman, Minggu.
     
Menurut dia, edukasi kepada masyarakat, termasuk para siswa sekolah secara berkesinambungan sangatlah penting untuk dilakukan mengingat Kabupaten Sleman merupakan wilayah yang rawan terhadap berbagai bencana.
   
 "Bencana memang tidak dapat dihentikan tetapi dapat kita minimalisir dampaknya," katanya.
   
 Berdasarkan data dari BPBD Kabupaten Sleman, pada 2018 tercatat 11 kejadian bencana banjir, 38 kejadian bencana tanah longsor, 64 kejadian angin kencang, 11 kejadian bencana petir dan satu kejadian bencana kekeringan.
   
 Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sleman Henry Dharma Wijaya mengatakan pengukuhan SSB merupakan upaya BPBD Sleman dalam penguatan kelembagaan masyarakat dalam pengurangan resiko bencana pada 2019.
     
"Kabupaten Sleman memiliki resiko ancaman bencana diantaranya erupsi Gunung Merapi, banjir, puting beliung, tanah longsor dan beberapa bencana lainnya," katanya.
     
Ia mengatakan, BPBD Sleman berusaha mengimplementasikan dengaan mensinergikan berbagai elemen yaitu pemerintah, masyarakat, dan pengusaha dalam mitigasi bencana.
   
  "Upaya ini dilakukan agar bisa terwujud masyarakat Sleman yang tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi bencana," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Luqman Hakim
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar