CLS terkapar di gim kedua

id cls,slingers,final abl,abl,xavier alexander,john fields,jerran young

Bintang BTN CLS Knights Indonesia Maxie Esho (kiri) berusaha menggiring bola melewati pilar Singapore Slingers Xavier Alexander (kanan) dalam gim kedua final ABL di OCBC Arena, Singapura, Minggu (5/5/2019). (ANTARA/HO/BTN CLS Knights Indonesia)

Jakarta (ANTARA) - BTN CLS Knights Indonesia gagal menembus pertahanan Singapore Slingers dalam gim kedua final ABL dan akhirnya terkapar menelan kekalahan 57-77 dari tuan rumah di OCBC Arena, Singapura, Minggu.

Hasil itu membuat kedudukan final sementara ini 1-1 sebelum gim ketiga dan keempat bakal digelar di markas CLS di GOR Kertajaya, Surabaya, pada Rabu (8/5) dan Sabtu (11/5), demikian catatan laman resmi ABL.

Pelatih Neo Beng Siang melakukan perubahan pendekatan yang sangat efektif bagi Slingers untuk melunasi kesalahan dan kekalahan yang diderita di gim pertama lalu. Di waktu bersamaan mereka membukukan akurasi tembakan tripoin sebesar 47 persen.

Sebaliknya, hasil tersebut praktis membuktikan kegagalan pelatih Brian Rowsom mengantisipasi kebangkitan yang dilakukan Slingers meski ia telah menyebutnya sebagai aspek penting yang harus dilakukan menyongsong gim kedua.

Hal itu, terlihat dari total 20 kali turnover yang diderita CLS sepanjang laga, hampir tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan tujuh kali yang mereka derita di gim pertama.

Baca juga: Songsong gim kedua, CLS antisipasi kebangkitan Slingers

Di kubu CLS hanya dua pemain yang mencapai raihan angka dua digit yakni Douglas Herring dengan 18 poin dan Maxie Esho 12 poin, namun keduanya sama-sama melakukan lima kali turnover.

Brandon Jawato dan Darryl Watkins hanya mencetak delapan poin, sedangkan Wong Wei Long yang awalnya diharapkan jadi tambahan amunisi setelah absen di gim pertama hanya berakhir dengan tiga poin saja.

Di kubu tuan rumah, kemenangan mereka disokong penampilan gemilang Xavier Alexander yang membukukan 16 poin, tujuh rebound, sembilan assist, tujuh steal dan lima blok sepanjang laga, membuktikan gelar Pemain Impor Terbaik yang diterima sebelum pertandingan dimulai patut ia sandang.

Demikian juga John Fields yang sebelum laga menyabet anugerah Pemain Bertahan Terbaik, ia membayar lunas gelar itu dengan mengemas dwiganda 15 poin dan 12 rebound.

Sementara, Jerran Young yang di gim pertama lebih banyak menghangatkan bangku cadangan karena cedera hamstring berhasil membukukan 14 poin meski ia cuma melantai 19 menit di laga kali ini.

Kontribusi maksimal juga diperlihatkan dua pemain lokal Singapura, yakni Ng Han Bin dan Desmond Oh, yang membuktikan kepiawaian sebagai penembak tripoin dan masing-masing menyumbang 14 poin dan sembilan poin bagi kemenangan Slingers.

Baca juga: Jelang gim kedua, Slingers rebut dua gelar individual

Slingers memulai laga dengan baik saat Fields melesakkan enam poin tanpa balas untuk membawa tuan rumah unggul 6-0 pada saat laga baru berjalan dua menit lebih.

Sebaliknya lima percobaan tembakan pertama CLS tak kunjung membuahkan poin. Hal itu tak membaik hingga 10 menit pertandingan berjalan di mana mereka cuma bisa memasukkan empat dari 18 percobaan tembakan mereka.

Kondisi itu berhasil dieksploitasi habis-habisan oleh Slingers yang sukses menutup kuarter pertama dengan keunggulan 21-9 atas CLS.

CLS baru bisa mulai menemukan ritme permainan terbaik mereka di kuarter kedua dengan mengantongi 21 poin, namun hal itu dijawab Slingers dengan 19 poin demi tetap unggul 40-30 saat paruh pertama pertandingan selesai.

Bahkan Young yang akhirnya diturunkan saat kuarter kedua memasuki sisa waktu dua menit 16 detik, menjadi pencetak poin pamungkas di periode tersebut lewat tembakan dua angkanya.

Slingers sukses meredam momentum kebangkitan yang mungkin terjadi di kubu tim tamu terlebih disokong efektifnya tembakan tripoin para pemain lokal mereka yakni Desmond Oh dan Ng Han Bin.

CLS cuma bisa mencetak 16 poin di kuarter ketiga dan membiarkan Slingers melebarkan kembali keunggulan menjadi 57-46.

Ketika jarak kian melebar dalam kedudukan 48-64, CLS seolah melemparkan handuk putih ke tengah lapangan dengan menarik keluar center impor Darryl Watkins yang sebetulnya tak tampil begitu baik juga sepanjang laga, hanya mencapai akurasi tembakan terbuka 30 persen serta gagal mengawal paint area timnya sendiri.

Selain Watkins, Wei Long yang sepanjang laga cuma mencetak tiga poin, juga ditarik keluar.

Secara berurutan deretan pemain impor CLS seperti Herring, Brandon dan akhirnya Maxie Esho, menyisakan pemain-pemain lokal yang selama ini lebih banyak diturunkan ketika keadaan sudah unggul jauh atau sudah mengindikasikan bakal melepaskan pertandingan tanpa memburu kemenangan lagi.

CLS menutup laga dengan kekalahan 57-77, selisih poin yang lebih buruk dibandingkan kemenangan mereka atas Slingers 86-67 di gim pertama.

Pun demikian, CLS akan pulang menggelar dua laga kandang untuk gim ketiga dan keempat, di hadapan publik GOR Kertajaya dan latar belakang keriuhan Knights Society yang selama ini selalu menjadi salah satu penyokong hasil-hasil positif mereka.

Baca juga: OCBC Arena rasa GOR Kertajaya, obat manjur kegugupan laga tandang CLS
Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar