Logo Header Antaranews Jogja

Chairman MAK: ekosistem industri perlu ditumbuhkembangkan

Rabu, 25 September 2019 22:07 WIB
Image Print
Chairman PT Mega Andalan Kalasan (MAK) Buntoro Setyo Mulyo menjadi pembicara dalam diskusi "Membangun Ekosistem Industri" (ANTARA/HO-MAK)

Yogyakarta (ANTARA) - Ekosistem industri yang merupakan inti kemajuan industri perlu ditumbuhkembangkan di Indonesia, kata Chairman PT Mega Andalan Kalasan (MAK) Buntoro Setyo Mulyo.

"Keberadaan ekosistem industri menjadi hal fundamental bagi tumbuhnya sebuah industri manufaktur yang berkembang, kuat, dan berkelanjutan," katanya di Yogyakarta, Rabu.

Namun, kata Buntoro pada diskusi "Membangun Ekosistem Industri", banyak kawasan industri di negeri ini yang belum menciptakan ekosistem industri yang diharapkan.

Menurut dia, China, Korea, dan Taiwan mampu menyusul Jepang, Amerika Serikat (AS), dan Jerman sebagai negara industri, tidak terlepas dari keberadaan banyak ekosistem industri di negara tersebut.

Industri manufaktur, menurut dia, merupakan industri yang mengolah dan merangkai begitu banyak komponen, yang membutuhkan rantai pasok bahan baku, ide segar, talenta bermutu, serta dana yang kuat.

Ia mengatakan ekosistem industri terdiri dari beberapa elemen di antaranya kalangan industri bisnis, pemerintah, sentra pengembangan industri kecil, lembaga riset atau sekolah, akademi teknik, masyarakat, media, dan lembaga pembiayaan.

"Hubungan yang terbangun di antara seluruh elemen ini terhubung satu sama lain, bersifat 'win-win' dan 'self improvement'," katanya.

Buntoro mengakui semua ini memang bukan hal mudah untuk dijalankan karena memerlukan koordinasi dan pengorbanan setiap elemen.

Pihak "lead integrator", selain menerima input dari pihak pengguna serta kalangan riset, juga mesti bersedia berkorban waktu untuk membina sentra-sentra pengembangan industri kecil agar mereka bisa memasok komponen berkualitas.

"Forum diskusi ini diharapkan memunculkan ekosistem yang kuat dengan dukungan dari berbagai pihak terutama pemerintah," kata Buntoro.

Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah kepala dinas serta perwakilan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dan kepala sekolah.



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026