Harga gula pasir di DIY diharapkan normal pada Juni

id gula pasir, operasi pasar,harga normal

Harga gula pasir di DIY diharapkan normal pada Juni

Kegiatan operasi pasar gula pasir di Kota Yogyakarta yang ditujukan untuk konsumen secara langsung. ANTARA/Eka AR.

Pada saat ini, harga gula pasir di pasar tradisional di DIY masih bertahan cukup tinggi yaitu sekitar Rp16.000 per kilogram atau jauh lebih tinggi dibanding harga eceran tertinggi Rp12.500 per kilogram.

Yogyakarta (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta terus menggencarkan operasi pasar gula pasir yang ditujukan ke konsumen secara langsung, pasar tradisional dan pasar ritel modern untuk menurunkan harga gula sehingga diharapkan harga komoditas itu kembali normal pada Juni.

“Hingga saat ini, operasi pasar terus dilakukan. Untuk yang ditujukan ke konsumen langsung sudah digelontorkan sebanyak 35 ton. Akan ada juga operasi pasar ke pedagang yang dilakukan di pasar tradisional,” kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Yanto Aprianto di sela operasi pasar gula pasir di Kota Yogyakarta, Jumat.

Pada saat ini, harga gula pasir di pasar tradisional di DIY masih bertahan cukup tinggi yaitu sekitar Rp16.000 per kilogram atau jauh lebih tinggi dibanding harga eceran tertinggi Rp12.500 per kilogram.

Baca juga: Harga gula pasir di pedagang Gunung Kidul berangsur normal

Menurut dia, sudah ada sekitar 160.000 ton gula pasir impor masuk ke Indonesia namun untuk mendistribusikannya dari produsen ke distributor membutuhkan waktu.

Gula pasir impor dalam bentuk raw sugar tersebut harus diolah terlebih dulu supaya menjadi gula pasir yang bisa dikonsumsi. “Permintaan dari distributor sangat tinggi sehingga terjadi antrean ke distributor. Lama antrean bisa mencapai sekitar lima hari,” katanya.

Namun demikian, Yanto menyebutkan musim giling tebu untuk produksi gula pasir sudah bisa dilakukan pada Juni sehingga diharapkan harga gula pun berangsur-angsur kembali normal.

“Pandemi COVID-19 yang terjadi secara global dan beberapa negara menerapkan lockdown sempat menyebabkan impor gula terganggu, salah satunya dari India,” katanya. Ia menyebutkan kebutuhan gula pasir di DIY mencapai lima ton per hari.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan kegiatan operasi pasar dengan sasaran konsumen secara langsung sudah digelar untuk ketiga kalinya.

“Totalnya, sudah ada 5,5 ton gula pasir yang dijual ke konsumen. Warga masih membutuhkan komoditas ini. Buktinya, setiap kali digelar operasi pasar pasti ludes terjual,” katanya.

Baca juga: Pemkot Yogyakarta kembali gelar operasi pasar gula pasir untuk turunkan harga

Kegiatan operasi pasar gula pasiir akan dilanjutkan pada pekan depan dengan menggelontorkan dua ton gula dari Madukismo. Harga jual yang ditetapkan sesuai HET yaitu Rp12.500 per kg.

Selain komoditas gula pasir, Pemerintah Kota Yogyakarta akan menggelar operasi pasar untuk paket sembako murah. “Kegiatan operasi pasar ini juga sejalan dengan program pencairan bantuan langsung tunai (BLT). Harapannya, warga bisa memperoleh bahan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” katanya.
 

Pewarta :
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar