BPPT pasang dua buoy peringatan tsunami

id buoy,peringatan tsunami,kapal baruna jaya IV,BPPT

BPPT pasang dua buoy peringatan tsunami

Dokumentasi - Sejumlah petugas pelaksana operasional dari Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) menurunkan alat deteksi dini tsunami (Tsunami Early Warning System) di Pelabuhan Merak Mas Indah Kiat, Cilegon, Banten, Rabu (11/4/2007). FOTO ANTARA/str-Juli/ip/nz/aa.

Jakarta (ANTARA) - Kapal Riset Baruna Jaya IV Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memasang dua buoy untuk Indonesia Tsunami Early Warning System, masing-masing ditempatkan di Sumbermanjing perairan selatan Malang dan di Selat Sunda.

"Salah satu bagian penting dalam sistem peringatan dini tsunami Indonesia berasal dari data buoy yang dipasang di laut akan memberikan informasi adanya tsunami ketika terjadi gempa bumi di dasar laut ataupun longsoran gunung api seperti yang terjadi di Gunung Anak Krakatau," kata Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam (TPSA) Yudi Anantasena saat dihubungi ANTARA, di Jakarta, Rabu.

Yudi menuturkan data dari buoy itu penting bagi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) untuk mengambil keputusan terkait konfirmasi terjadi tidaknya tsunami.

Lokasi pemasangan buoy di Selatan Malang dan di Selatan Banten dinilai sebagai wilayah yang memiliki potensi megathrust, yakni gempa besar dan bisa memicu tsunami.

Hingga saat ini, BPPT telah menempatkan buoy di lima lokasi pada 2019, namun pada 2020 hanya dua yang dapat berfungsi dengan baik, dua buoy hilang dari lokasi dan satu buoy rusak secara teknis.

Pada 2021 BPPT akan memasang tujuh unit buoy di tujuh lokasi yaitu Perairan Selatan Bali dan Jawa sebanyak empat unit, di Perairan Barat Sumatera dua unit dan satu unit di Gunung Anak Krakatau/Selat Sunda.

Kegiatan pemasangan buoy tersebut sejalan dengan program Prioritas Riset Nasional RI.
Pewarta :
Editor: Eka Arifa
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar