
BPBD Bantul: Simulasi evakuasi tsunami bagian sistem peringatan dini

Bantul (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta menyebut kegiatan simulasi evakuasi tsunami yang digelar Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di pantai selatan daerah ini menjadi bagian dari sistem peringatan dini tsunami.
"Kegiatan simulasi evakuasi tsunami itu merupakan kegiatan BMKG, BPBD hanya mendukung saja, sebagai bagian dari sistem peringatan dini tsunami," kata Komandan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah saat dikonfirmasi di Bantul, Jumat.
Baca juga: BNPB catat 16 orang meninggal akibat banjir Bali
Menurut dia, simulasi evakuasi tsunami di Pantai Goa Cemara dan Pantai Pandansari Kabupaten Bantul pada Kamis (11/9) tersebut merupakan salah satu kegiatan On the Job Training DGMET (BMKG-nya) Oman.
Dengan demikian, kata dia, jika masyarakat mendengar suara peringatan dan sirine pada saat simulasi tersebut adalah bagian dari simulasi atau latihan evakuasi tsunami, setelah sebelumnya diinformasikan seolah-olah ada gempa yang berpotensi tsunami.
"Jadi, kuncinya adalah dimana masyarakat memahami gempa dan potensinya, bagaimana masyarakat memahami sistem peringatan dini tsunami, sehingga mereka mampu melakukan respons secara mandiri di fase awal," katanya.
Baca juga: Menteri LH ingatkan sampah dapat jadi faktor dalam kejadian bencana
Dia mengatakan respons secara mandiri pada awal usai peringatan dini tsunami disampaikan, itu yang menjadi kunci, karena golden time-nya untuk penyelamatan tsunami itu sekitar 10 menit.
Sementara waktu kedatangan tsunami untuk Bantul dengan pemodelan gempa bumi 8,8 magnitudo gelombang pertama diestimasi waktu kedatangannya itu sekitar 38 menit.
"Jadi, kuncinya masyarakat bagaimana memahami dan melakukan respons awal, bagaimana mereka melakukan penyelamatan saat gempa, kemudian merespons peringatan dininya dan melakukan perintah ataupun tindakan evakuasi, tiga langkah tanggap itu kuncinya," katanya.
Baca juga: Menteri PU gerak cepat tangani banjir Bali
BPBD Bantul berharap kegiatan simulasi evakuasi tsunami serupa bisa rutin digelar sebagai bagian memahamkan masyarakat tentang tanggap bencana. Untuk tahun ini, kegiatan serupa sudah dilakukan dua kali, yang pertama dalam rangka hari kesiapsiagaan bencana pada April 2025.
"Kemudian, pada 11 September, selanjutnya pada 25 September nanti, itu yang internasional juga di Indian Ocean wave 2025, jadi kabupaten, kota, provinsi yang berhadapan langsung dengan samudera Hindia latihan bersama," katanya.
Baca juga: BNPB modifikasi cuaca di Jatim antisipasi banjir seperti Bali
Baca juga: Sebanyak 5 rumah ambruk dan 33 rusak berat akibat banjir di Tabanan
Pewarta : Hery Sidik
Editor:
Nur Istibsaroh
COPYRIGHT © ANTARA 2026
