
Muhammadiyah diharapkan menjadi disruptor digital

Yogyakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Dr Muchlas MT berharap Muhammadiyah dapat mengambil peran dalam disrupsi digital, tidak hanya merespons secara reaktif saja, namun juga melakukan upaya-upaya transformasi digital agar menjadi pelaku utama sebagai disruptor digital.
"Muhammadiyah mampu mengambil peran yang signifikan khususnya dalam perjalanan dakwah Muhammadiyah di era digital agar menjadi lebih efektif," katanya pada Seminar Pra Muktamar ke-16 Muhammadiyah bertema "Media, Masyarakat, dan Dakwah Muhammadiyah" di Ruang Amphitarium Kampus IV UAD Yogyakarta, Kamis.
Ia mengatakan, Muhammadiyah saat ini usianya telah mencapai satu milenium lebih satu dekade atau berusia 110 tahun. Bagi sebuah organisasi merupakan usia yang sudah matang.
Hal itu dibuktikan Muhammadiyah yang telah memberikan banyak dedikasi, pengabdian, dan sumbangan besar bagi kemanusiaan. Seiring bertambahnya usia, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang luar biasa yakni disrupsi teknologi digital.
"Seminar pra muktamar ini sangat relevan dengan kondisi terkini sebab Muhammadiyah memiliki kewajiban dan spirit untuk merespons disrupsi melalui upaya transformasi digital dengan mengambil peran penting agar menjadi disruptor digital," kata Muchlas.
Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad mengatakan tantangan yang dihadapi oleh Muhammadiyah di abad kedua yang ditandai dengan kehadiran internet ini jauh berbeda pada abad pertama.
Oleh karena itu, peran Muhammadiyah dalam merespons keberadaan revolusi digital penting dilakukan, termasuk bagaimana amal usaha Muhammadiyah mampu menanggapi perubahan yang terjadi di masyarakat digital. Muhammadiyah harus merespons setidaknya dengan tiga langkah, yakni antisipasi, adaptasi, dan inovasi.
Ia menjelaskan bahwa langkah antisipasi adalah dengan mencermati perubahan masyarakat dari waktu ke waktu. Langkah adaptasi dengan menyesuaikan perangkat lama yang masih bisa direkonstruksi dengan tuntutan zaman, dan langkah inovasi dengan berubah menyesuaikan diri dengan zaman.
"Muhammadiyah harus dengan serius menghadapi perubahan ini. Ketika dunia berlari, maka Muhammadiyah harus berlari mengimbangi perubahan tersebut," kata Dadang.
Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto mengatakan forum ini diharapkan dapat menyadarkan warga Muhammadiyah akan pentingnya revolusi digital.
"Selain itu juga sebagai edukasi agar memandang permasalahan ini adalah hal yang serius dan penting, seperti halnya dulu Muhammadiyah memandang pentingnya mendirikan amal usaha pendidikan, kesehatan, dan lainnya," kata Agung.
Pewarta : SP
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
