Logo Header Antaranews Jogja

Kurikulum Merdeka percepat pemulihan pendidikan

Minggu, 3 Juli 2022 18:07 WIB
Image Print
Tangkapan layar Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Iwan Syahril. (ANTARA/HO- Humas Kemendikbudristek)

Jakarta (ANTARA) - Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Iwan Syahril mengatakan penerapan Kurikulum Merdeka akan semakin mempercepat pemulihan pendidikan nasional.

“Dengan menerapkan tahapan penting yaitu asesmen awal pembelajaran dan pembelajaran terdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka, maka akan berfokus terhadap peserta didik karena mengimplementasikan pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai minat, kebutuhan, serta karakteristik siswa,” ujar Iwan dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu.

Kemendikbudristek, kata dia, memprioritaskan implementasi Kurikulum Merdeka untuk memulihkan pendidikan nasional dengan menggunakan Kurikulum Merdeka yang disesuaikan kondisi saat ini.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada sekolah-sekolah dan para guru yang telah menerapkan program ini dan berharap minat belajar para siswa semakin tinggi sehingga kualitas pendidikan nasional turut meningkat,” kata Iwan.

Pendidik dari Sekolah Bina Cita Utama Palangka Raya Indriyati Herutami mengatakan dengan tahapan asesmen awal pembelajaran dan pembelajaran terdiferensiasi itu menyempurnakan Kurikulum Merdeka, karena berpusat kepada murid.

“Saat kita mengajarkan sesuatu kita perlu tahu murid kita sudah pada tahap mana, asesmen awal pembelajaran ini berguna untuk mengetahui proses belajar dari murid maupun tenaga didik," kata dia.

Indriyati mengatakan, tahapan ini mempermudah tenaga didik untuk mengetahui metode yang tepat dan efektif untuk pembelajaran. Hal ini akan berdampak kepada kemajuan pembelajaran siswa dan bagaimana tenaga guru memodifikasi pembelajaran agar disambut antusias oleh murid. Dengan begitu, siswa lebih semangat dan inisiatif dalam mengikuti pelajaran.

Kepala Sekolah Global Jayal Jakarta Oscarina Dewi Kusuma mengatakan dengan berfokus pada pembelajaran terdiferensi telah mengubah sudut pandang guru yang sebelumnya berfokus pada hasil, sekarang berfokus pada murid.

Implementasi Kurikulum Merdeka berfokus pada asas kemerdekaan sehingga pendidik dapat menerapkan materi yang esensial dan fleksibel karena disesuaikan dengan minat, kebutuhan, serta karakteristik dari peserta didik.





Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026