
Pembangunan inklusif bisa diraih Indonesia

Jakarta (ANTARA) - Managing Director Bank Dunia Mari Elka Pengestu menyebut Indonesia berpeluang mencapai pembangunan yang inklusif, resilien, dan rendah karbon sesuai dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
“Indonesia memiliki potensi penyerap karbon berbasis alam, makanan, penggunaan lahan, peluang hutan, bakau, dan ekonomi biru,” katanya dalam Talkshow Summit Y20 Jakarta yang dipantau di Jakarta, Selasa.
Ia menyebutkan pemerintah Indonesia juga dapat mendorong transisi energi kepada energi baru dan terbarukan (EBT) secara adil, antara lain dengan meninggalkan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berbasis batu bara.
Indonesia juga dapat terus memperluas pengurangan emisi karbon dari sektor transportasi.
Indonesia dapat membangun perencanaan investasi yang benar-benar mengurangi emisi karbon dari perluasan kota dan hilangnya tutupan pohon di hutan.
“Jadi banyak peluang dan yang dibutuhkan komitmen politik dan dukungan semua orang, komunitas internasional dan sektor finansial,” katanya.
Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
