
Pelajar dibekali sertifikasi karya cipta

Pekanbaru (ANTARA) - Staf Khusus Menteri Bidang Transformasi Digital, Kemenkumham RI, Fajar BS Lase membekali puluhan pelajar kelas II tingkat SLTA negeri/swasta di Pekanbaru agar mereka paham melindungi hak kekayaan intelektual untuk segera mensertifikasi karya ciptanya.
"Kekayaan intelektual (KI) perlu disertifikasi karena KI adalah hak eksklusif yang diberikan suatu hukum atau peraturan kepada seseorang atau sekelompok orang atas karya ciptanya. KI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual," kata Fajar BS Lase dalam keterangannya di Pekanbaru, Sabtu.
Pemberian sertifikat ini sebagai bentuk perlindungan negara kepada hak properti seseorang atau kelompok agar tidak hilang diambil oleh orang lain yang bukan pemiliknya serta mendapatkan keuntungan ekonomi.
Sedangkan keragaman kekayaan intelektual itu, katanya menyebutkan bisa berupa hak cipta, paten, merek, desain industri, desain tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang dan indikasi geografis.
"Karenanya pelajar perlu mengetahui bagaimana melindungi karya ciptanya, sedangkan kepentingan hukum yang dilindungi dalam pengaturan hak kekayaan intelektual berguna untuk melindungi reputasi, mendorong dan menghargai setiap inovasi serta penciptaannya melalui sistem insentif, dan mencegah adanya duplikasi," katanya.
Pelajar menjadi sasaran sosialisasi katanya menjelaskan, karena generasi muda yang lahir di era digital ini dengan segala kemudahan yang ditawarkan teknologi komunikasi, penting untuk memiliki pemahaman dalam memaksimalkan pemanfaatannya agar dapat memberi manfaat bagi diri sendiri, lingkungan sekitar, bangsa dan negara.
Saat mengedukasi pelajar, Fajar BS Lase memeriahkan suasana kelas dengan membagikan cokelat bagi siswa yang berhasil menjelaskan apa itu perbedaan kekayaan intelektual.
"Kita perlu terus mendorong kesadaran masyarakat untuk mensertifikasi karya-karyanya karena di Riau tercatat sebanyak 4000-an merek namun hingga saat ini yang terdaftar ke Kemenkumham Riau untuk mendapatkan sertifikasi hanya 1 persen saja," katanya.
Kedepan, katanya lagi, perlu campur tangan generasi muda yang melek digital untuk membantu mengembangkan dan menambah nilai ekonomi pada produk-produk tersebut. Pesan ini disampaikan Fajar BS Lase saat berkunjung ke sekolah Swata Tri Bhakti Pekanbaru.
Pewarta : Frislidia
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
