
KPU Kulon Progo memetakan TPS Pemilu 2024

Kulon Progo (ANTARA) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, memetakan tempat pemungutan suara (TPS) di daerah ini pada Pemilihan Umum 2024.
Ketua Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU Kulon Progo Yayan Mulyana di Kulon Progo, Jumat, mengatakan KPU Kulon Progo menerima data hasil sinkronisasi antara data penduduk potensial pemilih pemilu (DP4) dari Kemendagri dengan data pemilih berkelanjutan (DPB) per 30 September 2022.
"DP4 sebanyak 347.839 pemilih di Kulon Progo. Data itu akan kami olah dan di dalamnya ada kategori TPS kosong yang belum teridentifikasi jumlahnya berapa," kata Yayan.
Ia mengatakan berdasarkan DP4 ada kategori TPS tidak ada karena di dalamnya belum teridentifikasi dan tidak ada nomor, misalnya di Kecamatan/Kapanewon Temon maksimal delapan TPS di Desa Jangkaran, tetapi data yang masuk ke Kecamatan Temon ada TPS 240, TPS 9, dan TPS 10.
"Ini merupakan data TPS yang pindah penduduk luar Kulon Progo masuk ke Kulon Progo, tetapi data TPS asal terbawa ke Kabupaten Kulon Progo," katanya.
Menurut Yayan, data tersebut harus dipetakan dan diolah terlebih dahulu. Saat ini, KPU Kulon Progo berkoordinasi dengan panitia pemilihan kecamatan (PPK) untuk mencoba agar data-data tersebut masuk ke TPS sesuai dengan yang ada di Kulon Progo.
Yayan mengatakan berdasarkan PKPU Nomor 7 Tahun 2022 bahwa jumlah pemilih setiap TPS maksimal 300 pemilih sehingga kalau lebih dari 300 maka ditandai dan dibentuk TPS baru.
"Untuk sementara, jumlah TPS di Kulon Progo masih sama seperti jumlah TPS pada 2019, yaitu 1.258 TPS. Jumlah tersebut tidak menutup kemungkinan bisa bertambah karena datanya bertambah banyak," katanya.
Yayan mengatakan DPB di Kulon Progo sebanyak 341.717 pemilih, sedangkan DP4 yang sudah disinkronkan dengan data menjadi 347.839 pemilih.
Kecamatan dengan penambahan pemilih paling banyak di Pengasih, Wates, dan Temon, papar dia.
"Setiap kecamatan ada penambahan, tapi mayoritas tertinggi ada di kecamatan tersebut," katanya.
Kasubag Perencanaan Data dan Informasi KPU Kulon Progo Sutarto mengatakan data DP4 tidak boleh ada yang bocor.
"Kami minta PPK tidak membocorkan data pemilih dan jangan sampai keluar," katanya.
Pewarta : Sutarmi
Editor:
Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
