Logo Header Antaranews Jogja

Militer China dan Rusia dikhawatirkan Jepang

Sabtu, 29 April 2023 07:37 WIB
Image Print
Foto arsip - Prajurit Angkatan Laut Jepang memberi penghormatan saat open ship kapal JS Samidare di dermaga JICT II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (8/5/2019). . ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/foc.

Tokyo (ANTARA) - Jepang menunjukkan kewaspadaan atas latihan militer yang digelar China dan Rusia di perairan kawasan yang dalam kebijakan kelautan lima tahunan terbarunya yang disetujui kabinet Jumat ini dinyatakan bahwa kepentingan nasionalnya sedang menghadapi ancaman terbesar.

Rencana Dasar Kebijakan Kelautan yang sudah direvisi itu juga menegaskan bahwa Jepang akan meningkatkan kerja sama antara Pasukan Bela Diri dan Penjaga Pantai Jepang dalam menghadapi situasi darurat di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap aktivitas militer China yang kian besar di kawasan Asia-Pasifik.

Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida menekankan pentingnya perubahan besar dalam kebijakan kelautan dengan mensinergikan industri, akademisi, dan pemerintah.

"Situasi di perairan sekitar Jepang kini menjadi tegang," kata Kishida.

Panduan kebijakan kelautan terbaru ini menyebut\ sejumlah bentuk ancaman terhadap Jepang, seperti peluncuran rudal balistik Korea Utara, kapal penjaga pantai China yang berulang kali menerobos masuk perairan Jepang, serta latihan militer gabungan China dan Rusia.

Jepang juga menilai bahwa agresivitas China telah dengan seketika mengubah keseimbangan militer di kawasan Indo-Pasifik di mana hubungan kedua negara acap panas karena sengketa kepemilikan Kepulauan Senkaku di Laut China Selatan yang disebut Kepulauan Diaoyu oleh China.


Sumber: Kyodo-OANA

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang khawatirkan militer China dan Rusia



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026