
Kasus stunting di daerah harus diturunkan

Lumajang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta semua pihak pemangku kepentingan untuk bersinergi dalam meningkatkan akselerasi penurunan kasus stunting di daerah.
"Sinergisitas antara Forkopimda, NU, Muhammadiyah, dan Aisyiyah sangat penting dalam meningkatkan akselerasi penurunan angka kasus tengkes (stunting) di Kabupaten Lumajang," katanya saat memberikan arahan pada acara Pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah periode 2022-2027 di Pendapa Arya Wiraraja Lumajang, Minggu.
Menurutnya, sinergi antara NU, Muhammadiyah dan Forkopimda harus ramai-ramai membuat program bapak asuh stunting, didata semua berapa jumlah kasus stunting dibagi habis.
Berdasarkan Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022, angka prevalensi stunting di Kabupaten Lumajang mencapai 23,8 persen dan angka itu masih berada di atas angka rata-rata nasional yakni 21,6 persen.
"Di Lumajang masih ada persoalan yakni tengkes. Angka tengkes disini 23,8 persen, berarti masih di atas rata-rata nasional, karena rata-rata nasional 21,6 persen," tuturnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menko PMK minta semua pihak sinergi turunkan kasus stunting di daerah
Pewarta : Zumrotun Solichah
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
