Logo Header Antaranews Jogja

Melonjak di pasaran, harga emas

Selasa, 27 Juni 2023 06:01 WIB
Image Print
Petugas menunjukkan emas Antam di Butik Antam Pulo Gadung, Jakarta, Selasa (14/3/2023). Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. mengalami kenaikan menjadi Rp1,064 juta per gram pada Selasa (14/3) dari harga Senin (13/3) Rp1,054 juta per gram dan harga akhir pekan lalu berada di level Rp1,049 juta per gram karena sejalan dengan penguatan harga emas dunia. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/tom)
Chicago (ANTARA) - Harga emas berjangka sedikit lebih tinggi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), memperpanjang kenaikan untuk sesi kedua berturut-turut karena dolar AS melemah jelang data inflasi utama yang dapat menentukan tindakan bank-bank sentral utama dunia dalam beberapa minggu mendatang.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, terkerek 4,20 dolar AS atau 0,22 persen menjadi ditutup pada 1.933,80 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 1.943,40 dolar AS dan terendah di 1.931,10 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 5,90 dolar AS atau 0,31 persen menjadi 1.929,60 dolar AS pada Jumat (23/6/2023), setelah terperosok 21,20 dolar AS atau 1,09 persen menjadi 1.923,70 dolar AS pada Kamis (22/6/2023), dan jatuh 2,80 dolar AS atau 0,14 persen menjadi 1.944,90 dolar AS pada Rabu (21/6/2023).

Emas turun lebih dari 2,0 persen minggu lalu dan merosot 2,6 sejauh ini bulan ini setelah merosot 1,8 persen untuk Mei. Meskipun demikian, emas masih naik lebih dari 5,0 persen sejauh tahun ini.

Indeks dolar turun 0,049 persen pada 102,680, dengan permintaan safe-haven membantu mempertahankannya di dekat angka yang tidak berubah karena kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global bertahan di tengah tindakan pengetatan agresif oleh beberapa bank sentral utama dunia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Harga emas menguat karena dolar AS merosot jelang data inflasi utama



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026