Logo Header Antaranews Jogja

Kurs dolar AS "rebound"

Rabu, 19 Juli 2023 06:45 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warga menukarkan mata uang dolar AS di sebuah gerai money changer di Jakarta. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj/aa. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

New York (ANTARA) - Dolar AS rebound dari level terendah 15 bulan terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), setelah penjualan ritel inti AS mengalami kenaikan.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama saingannya, naik 0,10 persen menjadi 99,9385 pada akhir perdagangan. Dolar melanjutkan upayanya untuk menetap di atas level 100 karena para pedagang bereaksi terhadap laporan penjualan ritel AS.

Penjualan ritel di Amerika Serikat naik 0,2 persen pada Juni menjadi 689,5 miliar dolar AS, Biro Sensus AS melaporkan pada Selasa (18/7/2023).

Itu adalah kecepatan yang lebih lambat daripada Mei dan April, dan menyamai kenaikan 0,2 persen harga konsumen bulan lalu, sebuah tanda bahwa pengeluaran orang Amerika terus meningkat tetapi tidak melampaui inflasi.

Namun, penjualan inti menunjukkan ketahanan yang lebih besar. Tidak termasuk mobil, bensin, bahan bangunan, dan jasa-jasa makanan, penjualan ritel naik 0,6 persen pada Juni. Data untuk Mei direvisi sedikit naik untuk menunjukkan penjualan ritel inti meningkat 0,3 persen dari yang dilaporkan sebelumnya 0,2 persen.

Sementara itu, produksi industri di Amerika Serikat turun 0,5 persen untuk bulan kedua berturut-turut pada Juni, publikasi bulanan Federal Reserve mengungkapkan pada Selasa (18/7/2023).

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dolar "rebound" dari terendah 15 bulan dipicu penjualan ritel AS kuat



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026