
Pengiriman pupuk Rusia diblokir

Moskow (ANTARA) - Rusia dan tujuh pemimpin negara Afrika pada Jumat mendesak PBB untuk mengambil tindakan untuk melepaskan pengiriman 200 ribu ton pupuk Rusia yang tertahan di pelabuhan Eropa agar bisa segera dikirim ke Afrika.
Dalam pernyataan bersama, yang diterbitkan di situs web Kremlin, presiden Komoro, Kongo, Mesir, Rusia, Senegal, Afrika Selatan, Uganda, dan Zambia "menyerukan langkah-langkah khusus untuk menghilangkan hambatan ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia, sehingga memungkinkan pelanjutan implementasi penuh inisiatif Laut Hitam."
"Para pemimpin juga meminta PBB untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melepaskan 200 ribu ton pupuk Rusia yang diblokir di pelabuhan Uni Eropa untuk segera dikirim secara gratis ke negara-negara Afrika," katanya.
Dalam pernyataan tersebut, mereka juga menyebutkan prakarsa perdamaian Afrika yang akan dilanjutkan demi "membuka pintu menuju perdamaian."
Pada Juni, para pemimpin Afrika mengunjungi Rusia dan Ukraina dalam upaya untuk mengakhiri perang, yang telah berlangsung sejak Februari 2022.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Afrika desak PBB izinkan pengiriman pupuk Rusia yang diblokir di Eropa
Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
