Logo Header Antaranews Jogja

Pengiriman pupuk Rusia diblokir

Sabtu, 5 Agustus 2023 05:30 WIB
Image Print
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres melanjutkan keterlibatan dengan semua pihak menuju pembaruan dan implementasi penuh Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam (Black Sea Grain Initiative), dan juga tetap berkomitmen untuk mengatasi hambatan-hambatan lain dalam ekspor pangan dan pupuk Rusia. (Xinhua)

Moskow (ANTARA) - Rusia dan tujuh pemimpin negara Afrika pada Jumat mendesak PBB untuk mengambil tindakan untuk melepaskan pengiriman 200 ribu ton pupuk Rusia yang tertahan di pelabuhan Eropa agar bisa segera dikirim ke Afrika.

Dalam pernyataan bersama, yang diterbitkan di situs web Kremlin, presiden Komoro, Kongo, Mesir, Rusia, Senegal, Afrika Selatan, Uganda, dan Zambia "menyerukan langkah-langkah khusus untuk menghilangkan hambatan ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia, sehingga memungkinkan pelanjutan implementasi penuh inisiatif Laut Hitam."

"Para pemimpin juga meminta PBB untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk melepaskan 200 ribu ton pupuk Rusia yang diblokir di pelabuhan Uni Eropa untuk segera dikirim secara gratis ke negara-negara Afrika," katanya.

Dalam pernyataan tersebut, mereka juga menyebutkan prakarsa perdamaian Afrika yang akan dilanjutkan demi "membuka pintu menuju perdamaian."

Pada Juni, para pemimpin Afrika mengunjungi Rusia dan Ukraina dalam upaya untuk mengakhiri perang, yang telah berlangsung sejak Februari 2022.

Sumber: Anadolu


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Afrika desak PBB izinkan pengiriman pupuk Rusia yang diblokir di Eropa



Pewarta :
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026