
Agroforestri di lereng Merapi gaet wisatawan
Rabu, 16 Agustus 2023 04:24 WIB

Boyolali (ANTARA) -
Sekelompok pemuda asal Dukuh Gumuk, Desa Mriyan, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah berhasil mengembangkan agroforestri di lereng Gunung Merapi.
Ketua Kelompok Karya Muda Komunitas Petani Konservasi Joko Susanto di Boyolali, Selasa mengatakan para pemuda berhasil memberdayakan tanaman hortikultura yang bisa dijadikan penghasilan.
Ia mengatakan awalnya kelompok yang berdiri tahun 2016 tersebut melakukan konservasi anggrek spesies khususnya di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi yang hampir punah.
"Kami kasihan waktu itu melihat anggrek Merapi itu sudah hampir punah," katanya.
Namun setelah memperoleh pendampingan Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Karanganyar dan perusahaan swasta AQUA Klaten, saat ini sudah ada puluhan pohon anggrek Merapi yang dikembangkan oleh belasan pemuda ini.
"Anggrek ini terdiri dari 23 varian, salah satunya Vanda Tricolor. Kalau jumlah varian anggrek Merapi ini kan seharusnya ada lebih dari 130 jenis," katanya.
Ia mengatakan saat ini bersama kawan-kawannya sedang merawat puluhan pohon anggrek di dalam sebuah rumah hijau berukuran 4x6 meter. Mereka merawat anggrek selama 1,5 - 2 tahun sebelum dilepasliarkan ke area Gunung Merapi.
Pewarta : Aris Wasita
Editor:
Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
